KEDIRI, JP Radar Kediri- Pos kepala dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) yang ditinggalkan oleh Endang Kartika Sari pada pertengahan Juli lalu, belum bisa terisi pejabat definitif dalam waktu dekat.
Ini setelah lelang jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) yang dibuka Pemkot Kediri sejak 7 Agustus lalu minim peminat. Akibatnya, lelang untuk pengisian pos tersebut dibatalkan.
Selain pos kepala dinas PUPR, Pemkot Kediri juga membatalkan lelang untuk pos staf ahli bidang pemerintahan, hukum, dan politik.
“Jumlah pendaftarnya tidak tercukupi. Minimal kan harus tiga,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Kota Kediri Un Achmad Nurdin.
Untuk diketahui, selain dua pos tersebut, Pemkot Kediri menggelar lelang pengisian JPTP untuk dua pos lainnya.
Yaitu, staf ahli bidang ekonomi, keuangan, dan pembangunan; serta staf ahli bidang kemasyarakatan dan sumber daya manusia.
Rupanya, sejak pembukaan pendaftaran 7 Agustus lalu hingga perpanjangan pendaftaran dua kali, pos kepala dinas PUPR dan staf ahli bidang pemerintahan, hukum, dan politik, pendaftarnya kurang dari tiga.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan RB) No. 15/2019, pendaftaran pertama dibuka dalam waktu 15 hari kalender.
Karena dua jabatan tak kunjung mencapai batas minimal pendaftar, perpanjangan pun dibuka hingga dua kali. Masing-masing selama tujuh hari kalender.
Sampai pada akhirnya, masih tersisa dua jabatan yang pendaftarnya tidak mencapai tiga orang.
“Setelah konsultasi dengan KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara, Red), maka yang tidak terpenuhi tiga itu istilahnya ditutup.
Tidak dilanjutkan prosesnya. Sementara yang dua, yang terpenuhi jumlah minimal tiga itu dilanjutkan prosesnya,” bebernya.
Dua jabatan yang proses seleksinya dilanjutkan itu meliputi posisi dua staf ahli. Yakni, staf ahli bidang ekonomi, keuangan, dan pembangunan, serta staf ahli bidang kemasyarakatan dan sumber daya manusia (SDM).
“Sebelumnya (dua jabatan staf ahli tersebut, Red) memang kosong. Sudah agak lama kosong,” tandasnya terkait urgensi pengisian jabatan eselon II-B yang setara kepala dinas dan kepala badan itu.
Dari pembukaan pendaftaran itu, total ada sepuluh orang yang tercatat sebagai peserta seleksi JPTP.
Yakni, tiga pendaftar staf ahli ekonomi, keuangan, dan pembangunan, serta tujuh pendaftar staf ahli kemasyarakatan dan SDM.
Di antara sepuluh pendaftar seleksi JPTP itu, ada nama Endang Kartika Sari. Perempuan yang kini menjadi staf di Bagian Organisasi itu melamar untuk salah satu posisi staf ahli.
Selebihnya, para pelamar merupakan pejabat eselon III setingkat kepala bagian dan sekretaris dinas.
Sayang, Endang belum bisa dikonfirmasi terkait keikutsertaannya dalam seleksi JPTP minggu ini.
Saat dihubungi melalui ponselnya tadi malam, perempuan yang tinggal di Kecamatan Mojoroto itu tidak merespons.
Sementara itu, setelah penutupan pendaftaran, para pendaftar langsung mengikuti serangkaian tes.
Di antaranya tes kesehatan fisik dan rohani. ‘Tes dimulai sejak Senin (9/9) sampai hari ini (kemarin, Red),” lanjut Un.
Mengapa kursi staf ahli yang sudah lama kosong diisi kembali tahun ini? Menurut Un hal itu dilakukan menimbang arahan pemerintah pusat.
Pemda diminta melaporkan kondisi birokrasi di daerah masing-masing. Termasuk mendata jabatan yang sudah terisi dan yang belum terisi.
“Kami (Pemkot Kediri, Red) menyisakan empat (jabatan, Red) itu yang sedang proses (pengisian, Red),” akunya.
Adapun setelah hasil tes fisik dan rohani diumumkan, nantinya para peserta yang lolos akan diumumkan.
Untuk selanjutnya, dilakukan tahapan seleksi penulisan makalah dan wawancara oleh panitia seleksi (pansel) yang diketahui Sekretaris Daerah (Sekda) Bagus Alit.
Berbeda dari mekanisme seleksi terbuka JPTP sebelumnya, nantinya seleksi penulisan makalah dan wawancara dilakukan dalam satu hari yang sama.
Peserta akan diberi waktu beberapa jam untuk mengerjakan makalah saat itu juga. Yakni, sebelum melaksanakan wawancara dengan pansel.
Dengan begitu, diharapkan proses akan berjalan lebih selektif dan adil. “Itu berdasarkan hasil evaluasi tim dan juga masukan dari Bu Pj (Penjabat Wali Kota Kediri Zanariah, Red),” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah