Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kendaraan di Jongbiru Mulai Padat, Dishub Siapkan Alternatif untuk Merekayasa Lalin di Traffic Light

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Kamis, 12 September 2024 | 04:56 WIB
MULAI PADAT: Kendaraan dari arah Jembatan Jongbiru berhenti saat lampu merah di traffic light. Untuk menghindari penumpukan dishub bakal siapkan rambu belok kiri jalan terus.
MULAI PADAT: Kendaraan dari arah Jembatan Jongbiru berhenti saat lampu merah di traffic light. Untuk menghindari penumpukan dishub bakal siapkan rambu belok kiri jalan terus.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Beroperasinya Jembatan Jongbiru membuat arus lalu lintas di Desa Jongbiru, Kecamatan Gampengrejo semakin padat. Warga yang melintas di sana merasa terbantu karena aksesnya menjadi semakin dekat. 

            Seperti Anisa, 30, warga Desa Jabon, Kecamatan Banyakan. Setelah Jembatan Jongbiru itu beroperasi, dia jarang sekali melewati Jembatan Semampir. “Lewat sini (Jembatan Jongbiru, Red) lebih dekat,” akunya. 

            Hanya saja, saat ini, arus lalu lintasnya menjadi semakin padat. Terutama saat akhir pekan. Orang yang biasanya melintas lewat Bendungan Waruturi kini lebih memilih Jembatan Jongbiru. Sehingga jumlah kendaraannya semakin menumpuk terutama saat di simpang empat traffic light Desa Jongbiru. 

            Masalah itu pun mendapat perhatian dari Pemkab Kediri. Melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kediri, kepadatan kendaraan di sana akan segera diurai. Dan akan dilakukan rekayasa lalu lintas.
Baca Juga: Pemkab Targetkan Zero Anak Putus Sekolah Tahun Ini di Kabupaten Kediri

Seperti yang diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri Soehardi, rekayasa di simpang empat Desa Jongbiru itu dilakukan untuk memperlancar arus lalu lintas.

Beberapa alternatif rekayasa yang disiapkan adalah dengan mengubah traffic light. Yang awalnya tiga lajur kini menjadi empat lajur. “Awalnya timur ke barat dan sebaliknya itu berbarengan merah dan hijaunya. Untuk memperlancar, diberlakukan empat lajur,” jelasnya. 

Alternatif rencana lainnya adalah model traffic light-nya diubah menjadi ATCS. Yakni mengatur traffic light secara manual. Jika terjadi kemacetan maka di salah satu sisi persimpangan bisa dibuka. 

Selain itu, Soehardi juga menyiapkan alternatif lainnya yakni menerapkan belok kiri langsung di persimpangan Desa Jongbiru. Hanya saja, tidak semua arah bisa diterapkan. Yang bisa diberlakukan adalah dari arah utara, barat, dan selatan. 

Sementara itu yang dari arah timur tidak bisa dilakukan karena jika belok kiri ke arah selatan agak kesulitan. Sebab jika langsung belok kiri ada pos polisinya.

 Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#jembatan semampir #jongbiru #jembatan jongbiru #traffic light #bendungan waruturi