KEDIRI, JP Radar Kediri- Bersamaan dengan penutupan pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) dini hari tadi (10/9), tim dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kediri melanjutkan verifikasi berkas pendaftar.
Hasilnya, ada ratusan pendaftar yang harus menyerah sebelum tes. Sebab, dari hasil pemeriksaan berkas mereka dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).
Untuk diketahui, hingga pukul 16.30 kemarin, total ada 3.827 pendaftar CPNS yang sudah submit berkas.
Dari jumlah tersebut, sekitar separo berkas di antaranya sudah diverifikasi.
“Ada sekitar 300 (berkas pendaftar, Red) yang dinyatakan tidak memenuhi syarat,” kata Plt Kepala BKD Kabupaten Kediri Noor Rokhayati melalui Kabid Pengadaan Informasi dan Fasilitas Profesi ASN Andri Sugiarto.
Selebihnya, ada sekitar 1.400 berkas pendaftar yang dinyatakan memenuhi syarat.
Artinya, mereka harus bersiap mengikuti tes tulis yang akan dijadwalkan lebih lanjut oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Lalu, apa saja kesalahan ratusan berkas itu hingga dinyatakan TMS? Andri menyebut ada beberapa kekeliruan. Di antaranya terkait kualifikasi pendidikan yang tidak sesuai.
“Misalnya yang dibutuhkan sarjana ekonomi tapi ada lulusan ekonomi syariah yang mendaftar. Tentu saja langsung gagal,” lanjut Andri.
Ada pula format tembusan surat lamaran yang keliru. Sesuai aturan, seharusnya surat ditujukan kepada Bupati Kediri.
Namun, banyak yang penulisannya salah. “Malah ditulis Bupati Tulungagung. Ada yang kepada gubernur.
Daftarnya di Kediri tapi tembusannya salah,” sesal Andri terkait kelalaian yang membuat pendaftar terdepak.
Sementara itu, selain memeriksa kelengkapan berkas pendaftar, verifikator juga menelisik usia pendaftar CPNS tahun ini.
Hasilnya, dari ribuan orang yang mendaftar, mayoritas merupakan fresh graduate. Hal itu terlihat dari rentang usia pendaftar yang mayoritas umur 22-25 tahun.
Adapun untuk rentang usia 30 tahun hanya sekitar 15 persen. “Umur 30-an ini berarti mereka yang sudah punya pengalaman kerja di tempat lain,” jelas Andri.
Seperti diberitakan, pendaftaran CPNS di Kabupaten Kediri dibuka sejak 20 Agustus lalu.
Dari total 150 formasi yang didapat, sebanyak 32 formasi untuk tenaga kesehatan. Kemudian, 118 formasi untuk tenaga teknis.
Dari ratusan formasi tersebut, persaingan paling ketat terjadi pada tenaga teknis yang jumlah formasi di OPD lebih dari satu.
Di sana, satu formasi bisa diperebutkan hingga ratusan orang. Sedangkan formasi yang jumlahnya hanya satu relatif lebih sedikit pendaftar.
Bahkan, ada formasi dokter spesialis yang hingga kemarin belum ada pendaftarnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah