KEDIRI, JP Radar Kediri-Pemkab Kediri menggagas sejumlah strategi untuk menuntaskan angka putus sekolah.
Jika tahun ini totalnya mencapai 3.600 anak, pemkab menargetkan zero anak putus sekolah dalam waktu yang secepatnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin mengatakan, ada bermacam-macam alasan pemicu anak putus sekolah.
Di antaranya karena indikasi pengaruh negatif perkembangan teknologi informasi. Juga, pengaruh pergaulan bebas hingga timbulnya masalah-masalah sosial di ranah keluarga.
“Kami ingin membantu semua. Anak-anak dengan berbagai permasalahan ini agar bisa mentas kembali ke bangku sekolah,” ujarnya.
Menjawab persoalan itu, menurutnya dinas pendidikan (disdik) sudah menyiapkan beberapa solusi.
Anak putus sekolah bisa tetap mendapatkan haknya melalui berbagai layanan pendidikan non-formal.
Hal itu pula yang menurutnya selaras dengan cita-cita Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.
“Mas Bup (Bupati Dhito, Red) ingin ada kesetaraan dalam layanan pendidikan untuk semua masyarakat. Kemudian, memberikan akses seluas-luasnya kepada masyarakat untuk bisa memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas,” bebernya.
Dia mencontohkan, salah satu pendidikan non-formal itu diwujudkan dalam bentuk pelatihan digital marketing.
Layanan juga dihadirkan sebagai salah satu bentuk penyetaraan sekolah bagi anak yang putus sekolah.
“Sehingga anak bisa tetap bermain HP tapi juga dengan bermain HP. Dia bisa menghasilkan uang, bisa tetap sekolah,” tandasnya.
Selain itu, pendekatan pendidikan kesetaraan komunitas juga dihadirkan. Dalam hal ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri berusaha menarik anak-anak putus sekolah dari komunitas jaranan.
Pendekatan pendidikan kesetaraan menurut Muhsin juga dilakukan di komunitas dunia usaha.
“Kami akan mengadakan pendekatan agar bagaimana anak-anak yang saat ini sudah bekerja di sektor non formal yang belum lulus SMP atau SMA bisa melanjutkan pendidikan melalui perusahaan tersebut,” jelasnya.
Dengan begitu, anak tidak hanya ke sekolah. Melainkan di perusahaan anak juga bisa melaksanakan pembelajaran.
“Mudah-mudahan dengan program ini, angka tersebut bisa diturunkan menuju zero putus sekolah,” tuturnya.
Kapan Kabupaten Kediri ditargetkan bisa mewujudkan zero anak putus sekolah? Muhsin mengatakan cita-cita itu harus terwujud secepatnya.
Namun, dia menegaskan tidak hanya anak putus sekolah yang menjadi tujuan utama pelayanan.
“Ketika kita mengentaskan yang putus sekolah, kita juga harus mencegah anak-anak yang sekolah agar tidak putus sekolah. Itu yang harus menjadi gerakan bersama masyarakat Kabupaten Kediri bersama Mas Bup dan Mbak Wabup,” tandasnya.Baca Juga: Pembebasan Lahan Tol Kediri-Kertosono Tersendat karena Tak Cocok Harga, BPN Beri Deadline Bagi Tanah yang Sedang Sengketa
Untuk diketahui, demi mengejar target zero anak putus sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri menggandeng sejumlah stake holder terkait.
Dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa dan Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa, mereka menggelar Gebyar Pendidikan Non-formal di Taman Hijau Simpang Lima Gumul (SLG) kemarin.
Acara diisi dengan wisuda siswa program pendidikan kesetaraan, pembukaan pelatihan digital marketing, hingga launching program Bareng Mas Bup Ayo Sekolah.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah