Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Urip Dharma Yoga Jadi Kalapas IIA Kediri Yang Baru, Konsentrasi Persiapan TPS Lokasi Khusus Pilkada

Novanda Nirwana • Kamis, 5 September 2024 | 19:22 WIB
SELAMAT: Urip Dharma Yoga berjabat tangan setelah serah terima jabatan Kepala Lapas IIA Kediri.
SELAMAT: Urip Dharma Yoga berjabat tangan setelah serah terima jabatan Kepala Lapas IIA Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri– Pucuk pimpinan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kediri akhirnya definitif. Setelah tujuh bulan dijabat pelaksana tugas kini Jabatan Kepala Lapas (Kalapas) Kediri diserahkan kepada Urip Dharma Yoga. Dia resmi menggantikan Plt Kalapas Kediri Budi Ruswanto pada Rabu(4/9). 

Pergantian pimpinan Lapas IIA Kediri ditandai dengan upacara serah terima jabatan (Sertijab) di Aula Welas Asih sekitar pukul 10.00. Sebagai Kalapas Kelas IIA Kediri yang baru, Urip Dharma Yoga berkomitmen untuk meneruskan program kerja yang sudah baik dari Plt Kalapas Kediri Budi Ruswanto.

“Saya yakin program kerjanya untuk kebaikan dan melayani warga binaan sebaik-baiknya,” jelasnya. Salah satu yang sedang disiapkan adalah pemilihan kepala daerah. Sebagai salah satu tempat pemungutan suara lokasi khusus (TPS Loksus), dia berkomitmen untuk memfasilitasi hak politik warga binaan. 

Khusus warga Kota Kediri, ada sekitar 200 orang yang nanti bisa memberikan hak suaranya untuk pemilihan Wali Kota Kediri. Sedangkan warga dari Kabupaten Kediri terpaksa tidak bisa menyalurkan hak pilihnya karena tidak ada TPS khusus di Lapas IIA Kediri. 

Baca Juga: Waduh, Disperdagin Kota Kediri Sebut Pedagang Pasar Tradisional Banyak Pakai Timbangan Tidak Akurat 

Warga Kabupaten Kediri hanya bisa memberi hak suaranya untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur. Untuk saat ini, warga binaan di Lapas IIA Kediri ini ada sebanyak 898 orang. Angka itu sudah overload. “Idealnya berisi 325 orang,” ucapnya. 

Over kapasitas ini menjadi menjadi masalah yang harus diatasi pimpinan baru. Terkait hal tersebut, pria asal Purwokerto itu mengaku akan berkoordinasi dengan pejabat yang lama. “Saya takut kalau tidak sebagus beliau (Budi Ruswanto, Red) makanya saya tetap minta petunjuk dan saran untuk meneruskan program kerja,” jelasnya sambil memuji kinerja Budi selama tujuh bulan.    

Sementara itu, Budi Ruswanto saat ini kembali ke Lapas Kelas I Madiun sebagai Kepala Bidang pembinaan Narapidana. Bagi Budi, Kota Kediri punya kesan yang baik. Selama di Kediri semua pelaksanaan fungsi kemasyarakatan di Lapas ini bisa dijalankan dengan baik.

“Kita semua bukan superman yang bisa segalanya tapi berkat dukungan dari mitra-mitra kerja alhamdulillah apa yang menjadi kendala di lapangan bisa diatasi bersama,” ucap Budi.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#politik #lapas #tps #kapasitas #madiun