Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Waduh, Disperdagin Kota Kediri Sebut Pedagang Pasar Tradisional Banyak Pakai Timbangan Tidak Akurat 

Ayu Ismawati • Kamis, 5 September 2024 | 17:54 WIB

 

TAK AKURAT Teknisi timbangan saat melakukan pengecekan alat ukur lama yang dipakai pedagang Pasar Ngronggo
TAK AKURAT Teknisi timbangan saat melakukan pengecekan alat ukur lama yang dipakai pedagang Pasar Ngronggo

KEDIRI, JP Radar Kediri- Konsumen sebaiknya lebih berhati-hati saat transaksi barang di pasar. Khususnya ketika membeli barang yang harus ditimbang. Sebab, tidak semua timbangan milik pedagang ukurannya akurat. 

Temuan timbangan yang tidak standar itu tersebar di 17 pasar. Itu setelah petugas Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri melakukan tera ulang. 

Kepala Disperdagin Kota Kediri Wahyu Kusuma Wardani melalui Kabid Kemetrologian M Kharish Fauzi mengatakan, tera ulang timbangan di pasar-pasar tradisional itu bertujuan untuk mengontrol kegiatan perdagangan. 

“Sudah sesuai dengan aturan pemerintah atau belum,” ujarnya saat ditemui di Pasar Grosir Ngronggo pada Rabu (3/9). 

Baca Juga: Pemkot Kediri Tidak Menyerah, Ini yang Disiapkan untuk Menghadapi Sidang Sengketa Proyek Alun-Alun Kota Kediri

Sebelumnya, tera ulang telah selesai dilakukan di Pasar Setonobetek. Di sana, ada ratusan alat ukur dan timbangan yang ditera. Tidak hanya timbangan tradisional atau manual. Disperdagin juga melakukan tera ulang timbangan digital dan meteran kain. 

“Ada sekitar 100 timbangan (di Pasar Setonobetek, Red). Masih banyak yang manual,” sambungnya. 

Dari ratusan timbangan itu, menurutnya sekitar 30 persen tidak sesuai dengan standar. Dia menyebut, alat ukur itu tidak akurat karena usia timbangan yang sudah tua dan terlalu sering dipakai. 

“Rata-rata mungkin timbangannya sudah lama. Apalagi aktivitas di pasar, pasti sering dipakai dan banyak yang harus diservis,” ucapnya sembari menyebut, sebagian besar pedagang sudah sadar pentingnya mengecek akurasi alat ukurnya secara rutin.

Baca Juga: Pembebasan Tanah Tol Kediri-Tulungagung Masih Tersendat, Ini Alasannya

Menurutnya, timbangan-timbangan manual lebih rawan. Apalagi usianya timbangan sudah tua. Sehingga, komponen dalam timbangan juga cepat aus. 

“Yang tidak standar bisa diperbaiki hingga akurat lagi,” tandasnya sembari menyebut, mayoritas pedagang di pasar tradisional hingga saat ini masih menggunakan timbangan manual.

 

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, saat melakukan tera ulang timbangan di Pasar Grosir Ngronggo. Di sana, pedagang mengumpulkan timbangannya di satu titik untuk dilakukan pengecekan oleh petugas. Beberapa timbangan yang membutuhkan perbaikan juga diservis oleh pihak ketiga di sana.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#pedagang #tera ulang #timbangan #dinas peradagangan #pasar