Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bangun IPAL di Ponpes Lirboyo Kota Kediri karena Pembuangan Limbah Tak Seimbang dengan Pengolahan

Ayu Ismawati • Rabu, 4 September 2024 | 17:28 WIB
DIKEBUT Perkerja proyek IPAL di Ponpes Lirboyo sedang menyusun besi .
DIKEBUT Perkerja proyek IPAL di Ponpes Lirboyo sedang menyusun besi .

KEDIRI, JP Radar Kediri- Keluhan bau tak sedap dari limbah domestik di sekitar Pondok Pesantren Lirboyo segera diatasi. Pemkot mulai membangun dua instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di sana.

Lewat Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, proyek pembangunan IPAL itu untuk mengatasi ekses limbah manusia di lingkungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri Imam Muttakin mengatakan, kondisi eksisting pengolahan limbah di sana perlu dibenahi. Selama ini, debit limbah yang dikeluarkan tidak seimbang dengan kapasitas pengolahan yang ada.

“Akhirnya menimbulkan ekses di lingkungan. Ada bau yang dikeluhkan warga sekitar,” ujarnya sembari menyebut pihaknya langsung meninjau lokasi begitu ada laporan keluhan itu dari masyarakat.

Dengan adanya IPAL itu, maka debit limbah yang dikeluarkan bisa tertampung seluruhnya. Tidak hanya itu, limbah juga bisa diolah lebih dulu sebelum dialirkan ke saluran air.
“Sehingga hasil di outlet sudah layak untuk dialirkan ke saluran atau di sungai sekitarnya. Dan yang utama sudah tidak bau,” tandasnya.

Adapun proyek pembangunan IPAL komunal semacam itu menurutnya baru kali ini dilakukan selama 2024. Proyek serupa sebelumnya sudah pernah dilakukan di lingkungan masyarakat.
“Setahu saya sebelum saya di DLHKP sudah pernah ada (proyek IPAL komunal, Red). Tapi kalau tahun ini memang baru satu ini,” bebernya.

Sebelumnya diberitakan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri mulai melaksanakan dua proyek pembangunan IPAL di Ponpes Lirboyo.

Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kota Kediri Shanty Wijayanthi mengatakan, IPAL dibangun di sisi timur dan sisi barat Pondok Induk dengan dimensi yang berbeda. Shanty mengatakan, proyek tersebut dilakukan guna meningkatkan kondisi sanitasi pondok pesantren. Pun dengan masyarakat di sekitar Ponpes Lirboyo.

“Sekaligus dukungan pemkot kepada Ponpes Lirboyo dalam menjalankan fungsinya sebagai salah satu fasilitas pendidikan keagamaan di Kota Kediri,” ujar Shanty.

Dengan adanya IPAL itu, limbah domestik dari ribuan santri di sana bisa diproses terlebih dahulu. Sebelum dialirkan ke saluran air dalam kondisi yang sudah bersih dan tidak berbau.
“Untuk IPAL sisi timur bisa menampung sekitar 10 ribu santri. Sedangkan IPAL sisi barat bisa menampung kurang lebih 20 ribu santri,” bebernya terkait daya tampung saluran pembuangan limbah domestik itu.

Berdasarkan informasi dari layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Kota Kediri, waktu pelaksanaan proyek itu selama 155 hari kalender. Proyek instalasi IPAL itu menyerap anggaran hingga Rp 4 Miliar.

Itu terdiri dari Rp 1,8 miliar untuk proyek pembangunan IPAL di sisi timur. Sedangkan di sisi barat pondok induk, nilai harga perkiraan sendiri (HPS) lebih tinggi lagi. Yakni mencapai Rp 2,8 Miliar. “Sekarang masih berproses,” pungkas Shanty.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#pondok pesantren #pembangunan #ponpes #lirboyo #ipal #proyek