Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Selesai Dibor, Satu Sumur di Kelurahan Tempurejo, Pesantren, Kota Kediri Masih Tercium Bau Minyak

Ayu Ismawati • Selasa, 3 September 2024 | 18:45 WIB
MASIH TERCIUM: Salah seorang warga terdampak di Kelurahan Tempurejo, Pesantren, Kota Kediri mengecek kualitas air.
MASIH TERCIUM: Salah seorang warga terdampak di Kelurahan Tempurejo, Pesantren, Kota Kediri mengecek kualitas air.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Belasan sumur bor baru di Kelurahan Tempurejo, Pesantren yang tercemar minyak telah selesai dikerjakan.

Sudah ada 14 sumur baru yang digali dengan kedalaman hingga 17 meter. Dari belasan sumur itu, ada satu sumur yang dikeluhkan masih berbau minyak.

Semi, salah satu warga terdampak. Dia mengatakan, air yang pertama kali keluar setelah dibor menurutnya memang tidak berbau.

Namun demikian, setelah 3-4 hari, air tanahnya itu mulai berbau lagi. “Kalau dicium memang kadang nggak berbau. Tapi kalau dibuat kumur masih terasa bau bensin,” ujarnya.

Karena itu, dia belum berani menggunakan air dari sumur baru itu untuk kebutuhan konsumsi. Seperti mencuci bahan masakan, memasak, hingga minum.

“Tapi airnya tetap saya pakai terus untuk mandi dan nyuci-nyuci. Tapi kalau masak masih pakai air galon,” sambungnya sembari menyebut, air galon itu harus dibeli dengan harga Rp 5 ribu per galonnya.

Terkait keluhan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri Imam Muttakin mengatakan, pihaknya masih melakukan uji laboratorium terhadap air dari satu sumur tersebut.

Sebab, di area tersebut memang terdapat septic tank yang jaraknya dekat dengan sumur bor.

“Masih kami cek. Apakah bau memang dari TPH (total petroleum hydrocarbon, Red) atau dari septic tank,” ujarnya.

Namun demikian, sumur baru lainnya dipastikan sudah dalam kondisi baik. Sebelumnya, pengeboran dilakukan di kedalaman lebih dari 17 meter.

“Selain satu sumur itu, sudah clear semua. Sudah bisa dikonsumsi dan sesuai baku mutu,” tandasnya.

Saat ini, pihaknya pun masih menunggu hasil uji laboratorium dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Kediri.

Jika dibutuhkan, pengujian juga akan dilakukan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk memastikan kesesuaian air dengan baku mutunya.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #pencemaran #radar #lingkungan #sumur #tempurejo #bau #minyak #jawa pos #pesantren #kota kediri