Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Penerbangan Umrah dari Bandara Dhoho Kediri Dipastikan Mundur, Ini Penyebabnya

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Minggu, 1 September 2024 | 16:11 WIB
TUNGGU TERBANG: Pesawat milik maskapai penerbangan Citilink tengah terparkir di apron Bandara Dhoho Kediri.
TUNGGU TERBANG: Pesawat milik maskapai penerbangan Citilink tengah terparkir di apron Bandara Dhoho Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Penerbangan umrah di Bandara Dhoho yang sedianya dimulai awal September ini, dipastikan mundur akhir bulan.

Hal tersebut karena hingga akhir Agustus kemarin, izin masih belum klir. Yakni, terkait penetapan bandara domestik yang diperbolehkan melakukan penerbangan umrah dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Kediri Sukadi mengatakan, belum turunnya penetapan tersebut membuat penerbangan direct Kediri-Jeddah, Arab Saudi belum bisa dilakukan.

“Penerbangan umrah (di Bandara Dhoho, Red) diundur,” katanya.

Untuk diketahui, ada dua pencarter pesawat umrah yang siap membuka penerbangan Kediri-Jeddah. Yaitu, satu biro yang akan melakukan penerbangan mulai 6 Oktober.

Kemudian, ada pula biro dari Jakarta yang siap membuka penerbangan mulai 3 September.
Penerbangan umrah biro Jakarta inilah yang diundur.

“Tidak jadi 3 September tapi mundur jadi 27 September nanti,” lanjut Sukadi tentang jadwal biro umrah yang sedianya melakukan penerbangan ke Jeddah setiap lima hari sekali itu.

Apakah belum turunnya penetapan itu terkait dengan kesiapan bandara? Sukadi menampiknya. Menurut pria yang tinggal di Kecamatan Gampengrejo itu, semua persiapan penunjang untuk penerbangan umrah sudah selesai.

“Tinggal menunggu penetapan dari Kemenhub dan penerbangan sudah bisa dilakukan,” tuturnya.

Menurut informasi yang didapatkannya, penetapan dari Kemenhub akan turun bersamaan dengan pengajuan dari tiga bandara lainnya.

Yakni, Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, dan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin. “SK penetapan jadi satu," terang Sukadi.

Jika penerbangan 3 September ini mundur, Sukadi memastikan penerbangan pada 27 September nanti tidak akan molor lagi. Bahkan, dia optimistis penerbangan umrah biro Jakarta yang sedianya dilakukan lima hari sekali itu akan tetap terlaksana.

Bahkan, bisa saja volume penerbangan umrah lebih banyak. Tergantung animo jemaah yang akan berangkat umrah dari wilayah Jawa Timur bagian selatan.

“Tergantung bagaimana biro umrah bisa memenuhi jumlah kursi di pesawat atau tidak. Malah bisa tiga hari sekali,” urainya.

Seperti diberitakan, untuk mengajukan penetapan ke Kemenhub, PT Angkasa Pura (AP) I dan PT Surya Dhoho Investama (SDhi) sudah meminta surat dukungan dari berbagai pihak yang terkait dengan penerbangan umrah.

Di antaranya Kementerian Agama, kantor bea cukai, imigrasi, Pemkab Kediri, dan beberapa pihak lainnya.

Selain surat dukungan, PT SDhI juga menindaklanjuti pemenuhan sarana dan prasarana (sarpras) untuk penerbangan internasional.

Untuk memastikannya, pihak bea cukai dan kantor Imigrasi Kediri juga sudah melakukan pengecekan ke Bandara Dhoho.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#bandara dhoho kediri #bandara kediri #pesawat citilink #penerbangan umrah #kediri raya #bandara internasional