KEDIRI, JP Radar Kediri-Genderang ‘perang’ dalam pemilihan kepala daerah mulai ditabuh kemarin. Di pendaftaran hari pertama, pasangan Hanindhito Himawan Pramana dan Dewi Mariya Ulfa (Dhito-Dewi) mendaftar ke KPUD Kabupaten Kediri dengan diantar ribuan pendukungnya yang mengendarai sepeda motor.
Pantauan koran ini, sejak pukul 07.00 ratusan warga telah berkumpul di beberapa titik Jl Soekarno-Hatta.
Mereka menunggu rombongan Dhito-Dewi yang berangkat dari Perumahan Budaya Cipta sekitar pukul 08.00.
Begitu rombongan Dhito-Dewi yang mengendarai Vespa matic melintas diantar simpatisan dan perwakilan partai politik, warga yang menunggu di tiap gang Jl Soekarno-Hatta langsung mengikuti di belakangnya.
Arak-arakan ribuan pengendara sepeda motor ini mengantar keduanya mendaftar ke kantor KPUD Kabupaten Kediri di Jl Pamenang.
“Saya hadir di sini bersama dua orang tercinta, istri saya (Eriani Annisa, Red) dan ibunda (Endang Nugrahani, Red),” kata Dhito dalam sambutannya kemarin. Lebih jauh bapak dua anak itu menyebut, pendaftarannya kemarin sekaligus merupakan komitmen melanjutkan kinerjanya di 3,5 tahun periode pertama.
Dia berharap, program-program kesejahteraan masyarakat bisa terus berjalan.
“Hari ini saya dan Mbak Dewi tidak akan menyampaikan visi-misi karena prinsip saya dan Mbak Dewi adalah melanjutkan program yang sudah ada dan menambahkan program-program baru,” lanjutnya.
Berapa target perolehan suaranya? Sulung dari dua bersaudara itu mengaku tidak mematok persentase tertentu.
Melainkan menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat terkait penilaian kinerjanya bersama Dewi di periode pertama. “Berapa pun penilaian dari masyarakat pada 27 November nanti, ya kami anggap itu adalah hasil terbaik,” terangnya.
Terpisah, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri Murdi Hantoro mengaku optimistis Dhito-Dewi bisa kembali memenangi kontestasi pilkada November nanti.
Demi mendukung pasangan ini, dia mengaku akan merapatkan barisan dengan partai pengusung lainnya. Terutama untuk menyusun strategi pemenangan.
Pria yang akrab disapa Hantoro itu yakin, Dhito-Dewi bisa memperoleh 70-80 persen suara. “Antusiasme masyarakat dan semangat kader partai sangat tinggi. Melihat jumlah partai pengusung, target ini tidaklah berat,” terangnya.
Terpisah, Ketua KPU Kabupaten Kediri Nanang Qosim mengatakan, dirinya mengaku senang dengan adanya pasangan bakal calon bupati (bacabup) yang mendaftar di hari pertama. Dengan demikian potensi pendaftaran di hari yang sama tidak akan terjadi.
Apalagi, pasangan bacabup Deny Widyanarko-Mudawamah baru akan mendaftar hari ini. “Kami akan berkoordinasi untuk memastikan semua calon diperlakukan sama. Dengan persyaratan dan kelengkapan berkas yang sama,” paparnya.
Lebih jauh Nanang menyebut, hingga tahap penetapan calon nanti, tiap pasangan bacabup masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki berkas mereka. Meski demikian, prioritas saat pendaftaran adalah memastikan berkas-berkas yang diajukan sudah lengkap.
Kapan verifikasi akan dilakukan? Nanang menyebut, verifikasi akan dilakukan mulai kemarin hingga 21 September nanti.
Dalam prosesnya tim dari KPU Kabupaten Kediri akan mengecek ijazah, nomor induk kependudukan (NIK), dan syarat-syarat dukungan lainnya.
Jika dalam prosesnya nanti ada kekurangan, pihak KPU akan memberikan saran untuk perbaikan dalam waktu tiga hari sebelum penetapan. Yakni, mulai 19-21 September nanti.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah