KEDIRI, JP Radar Kediri-Ratusan warga Desa/Kecamatan Puncu melakukan demo di Pemkab Kediri kemarin.
Masyarakat yang tergabung dalam Paguyuban Tani Puncu Makmur itu meminta agar sisa tanah eks Hak Guna Usaha (HGU) PT Mangli Dian Perkasa dan PT Karunia Rejeki Abadi seluas ratusan hektare juga diredistribusi untuk warga setempat.
Pantauan koran ini, ratusan warga mendatangi kantor Pemkab Kediri dengan menaiki sepeda motor sekitar pukul 09.30.
Dikawal personel Polsek dan Koramil Puncu, massa langsung membentangkan banner dan spanduk terkait penolakan perpanjangan HGU oleh PT Mangli.
Seperti aksi yang dilakukan di area perkebunan, massa meminta agar HGU yang habis tahun 2020 lalu itu tidak diperpanjang.
Melainkan sisa tanah yang diredistribusi, kembali diredistribusikan kepada warga setempat.
“Kami menolak perpanjangan HGU atas nama PT Mangli Dian Perkasa. Yang kedua kami juga menolak permohonan HGU atas PT Karunia Rejeki Abadi,” kata Ketua Paguyuban Tani Puncu Makmur Mariyono dalam aksi kemarin.
Lebih jauh Mariyono menyebut, warga yang melakukan aksi kemarin juga ingin mendapat tanah redistribusi seperti yang dialami 200 kepala keluarga (KK) penerima tanah 2023 lalu.
Karenanya, massa meminta agar sisa tanah ratusan hektare eks HGU juga bisa diredistribusi untuk warga.
“Kami meminta lahan seluas 240 hektare ini segera diresdistribusikan kepada petani-petani kecil yang ada di kawasan Puncu,” pinta Mariyono sembari menuding PT Mangli diduga melakukan alih fungsi lahan. Di antaranya, menanami tumbuhan tidak sesuai aturan.
Seharusnya, tanah di lereng Gunung Kelud itu ditanami kopi dan cengkih. Namun, praktiknya juga ditanami tebu, nanas, dan pohon jabon.
“Kalau untuk dampaknya saya merasakan sangat besar dan tidak ada kompensasi sama sekali. Terutama masalah pekerjaan seperti dahulu yang masih menjadi perkebunan kopi,” tutur pria berusia 52 tahun itu.
Dengan minimnya pekerjaan, menurut Mariyono masyarakat terpaksa menyewa lahan milik Perhutani yang harga sewanya mahal.
Selain itu, hasil pertanian yang tidak memenuhi kriteria atau standar pasaran karena cuaca ekstrem. Akibatnya, para petani di sana merugi.
Mariyanto berharap, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mau menindaklanjuti aspirasi mereka.
Camat Puncu Firman Tappa yang kemarin menemui demonstran mengatakan, sekitar 600 petani kemarin ingin berdialog dengan Bupati Dhito.
Namun mereka tidak bisa bertemu karena orang nomor satu di Pemkab Kediri ini tengah berada di luar kota.
Meski demikian, Firman berjanji akan menjembatani agar masyarakat bisa berdialog dengan Dhito. “Tidak pernah ada penolakan terkait aksi menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Kabupaten Kediri,” kata Firman sembari menyebut ke depan pemkab akan menemui warga.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah