KEDIRI, JP Radar Kediri- Ratusan pegiat lingkungan ini punya cara unik dalam memperingati hari kemerdekaan.
Di tengah hiruk-pikuk kemeriahan karnaval 17-an, gabungan relawan dan instansi turun ke hulu Kali Kedak di Desa Kanyoran, Semen.
Mereka memerdekakan sungai di lereng Gunung Wilis itu dari sampah diapers dan plastik.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, sedikitnya ada 200 relawan dan masyarakat yang ikut membersihkan sungai kemarin.
Hanya dalam waktu satu jam, total ada 11 ton sampah yang diangkut dari aliran sungai di radius 300 meter itu.
Koordinator aksi bersih sungai Endang Pertiwi mengatakan, mayoritas sampah merupakan popok sekali pakai atau diapers.
Persentasenya bahkan mencapai 65 persen dari total timbulan sampah di sungai itu. Pencemaran oleh sektor domestik itu paling banyak terkonsentrasi di bawah jembatan.
“Kami ngobrol dengan masyarakat sini, katanya juga banyak orang dari jauh yang membuang sampah di sungai. Apalagi waktu di jembatan,” ujarnya.
Ketua Yayasan Hijau Daun Mandiri itu menyayangkan masih rendahnya kesadaran masyarakat akan kelestarian sungai.
Khususnya di wilayah hulu yang juga sudah mulai banyak tercemar. Padahal, aliran Kali Kedak itu juga bermuara di Sungai Brantas.
Sungai yang punya andil besar bagi masyarakat Jawa Timur. “Kita harus memelihara sungai tidak hanya di hilir saja. Tapi di hulu juga harus kita openi,” sambungnya.
Aksi bersih sungai oleh ratusan relawan itu, menurut Endang juga merupakan bentuk upaya aktualisasi makna kemerdekaan.
“Ayo kita semua memerdekakan sungai dari sampah. Dengan harapan, masyarakat maupun kita sendiri jadi sadar bahwa sungai merupakan sumber kehidupan. Sungai adalah peradaban,” tandasnya sembari menyebut semua orang wajibikut menjaga dan melestarikan sungai.
Untuk diketahui, sungai di lereng Gunung Wilis itu memiliki karakteristik musiman. Yakni, sungai kerap meluap saat musim hujan.
Akibatnya, kerap muncul air bah di aliran Kali Kedak di wilayah Kota Kediri. Timbulan sampah di hulu itu dikhawatirkan dapat memperparah dampak luapan air saat musim hujan nanti.
“Masyarakat sekitar juga kita ajak untuk ayo sama-sama membersihkan sungai panjenengan. Kita dari luar saja jauh-jauh datang untuk membantu. Orang sini malah nggak mau ikut bergerak, jelas nggak mungkin,” tandas Endang bersyukur masyarakat setempat ikut antusias membersihkan sungai di momen sehari pascakemerdekaan Republik Indonesia kemarin.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah