KEDIRI, JP Radar Kediri - Peringatan proklamasi Kemerdekaan Indonesia kemarin (17/8) membuat gembira lima narapidana yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kediri.
Lima napi bisa bebas ‘merdeka’ karena mendapat remisi. Remisi juga diterima ratusan napi lainnya. Meskipun tak sampai langsung bebas.
“Langsung bebas hari ini ada lima orang dari 16 yang mendapat remisi khusus II. Yang 11 masih menjalani pidana dendanya,” terang Plt Kalapas Budi Ruswanto.
Total, ada 617 napi yang mendapat remisi kemerdekaan. Mereka yang bebas mendapat remisi khusus II. Sisanya mendapat remisi khusus I atau pengurangan masa pidana.
Remisi menjadi hak para napi. Baik itu pidana umum, pidana khusus, narkotika, kriminal, hingga tindak pidana korupsi (tipikor). Dengan harus memenuhi syarat administratif dan substantif.
“Jadi ketika seorang narapidana mengikuti program pembinaan dengan tekun, semangat dan berpredikat baik juga, mentaati tata tertib, tidak pernah tercatat melakukan pelanggaran dan mereka menunjukkan penurunan risiko pasti kami usulkan,” terangnya.
Saat ini, jumlah napi Lapas Kediri mencapai 940 orang. Artinya, ada 200 napi yang tak menerima remisi.
“Mereka tidak mendapat remisi karena tidak memenuhi syarat. Misal belum enam bulan, melakukan pelanggaran, mungkin juga syaratnya belum lengkap,” urai Budi.
Pemberian remisi berlangsung kemarin.
Usai para napi mengikuti upacara peringatan kemerdekaan di lapas. Turut hadir dalam pemberian itu adalah Pj Wali Kota Zanariah dan beberapa pejabat forkompimda.
“Saya berharap segala pelajaran yang didapat dalam program pembinaan diterapkan dengan baik dan menjadi bekal mental, spiritual serta sosial saat saudara kembali ke masyarakat nantinya,” pesan Zanariah ke para napi.
Terpisah, Taufik Hidayat, 25, salah satu napi yang dibebaskan mengaku lega dan bersyukur setelah mendapat remisi. Dia pun berterima kasih kepada petugas Lapas II A Kediri karena menerima pembinaan agama hingga keterampilan.
“Kebetulan saya lulusan dari pesantren. Jadi ketika saya di dalam mengaji dengan teman-teman. Kayak menyalurkan apa yang sudah saya dapat sebelumnya,” jelas Taufik.
Sementara itu, upacara bendera peringatan Kemerdekaan Indonesia dipusatkan di Stadion Brawijaya. Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Pj Wali Kota Zanariah. Meskipun tidak banyak, upacara ini diwarnai masyarakat yang menyaksikan dari tribun.
“Baru pertama kali lihat upacara di sini. Kebetulan anak saya juga jadi anggota paskibra (pasukan pengibar bendera, Red),” kata Rahayu, salah satu penonton dari bangku tribun.
Ketika memberi sambutan dalam upacara yang berlangsung mulai pukul 10.00 itu, Zanariah mengajak masyarakat ikut menghayati perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan.
Dengan tetap menjunjung persatuan dan membuang semua perbedaan. Terlebih akan ada pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang digelar tahun ini.
Perempuan asal Palembang itu juga mengapresiasi tim Paskibra Kota Kediri. Dia bangga pengibaran bendera merah putih bisa terlaksana dengan baik.
“Sempat saya memejamkan mata agar tidak terbalik benderanya. Tapi alhamdulillah dengan kerja keras mereka latihan, hasilnya tidak ada satupun kesalahan,” ujarnya.
Peringatan Kemerdekaan Indonesia juga berlangsung di dua perempatan di Kota Kediri.
Yaitu di Perempatan Jembatan Brawijaya dan di Alun-Alun Kota Kediri. Ketika detik-detik proklamasi berlangsung, para pengendara berhenti sejenak.
Mereka memberi hormat pada bendera merah putih yang dipegang oleh anggota Satlantas Polres Kediri Kota. Setelah itu mereka juga menyanyikan lagu Indonesia Raya.
“Sirine kami bunyikan. Setelah itu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan penghormatan (bendera),” terang Kasatlantas AKP Andhini Puspa Nugraha, yang memimpin kegiatan tersebut.
Menurut Andhini, tujuan kegiatan ini adalah menumbuhkan jiwa nasionalisme dan cinta tanah air. Juga untuk menghargai jasa para pahlawan yang sudah mendahului.
“Kami berhentikan semua arah kendaraan dan kita imbau untuk pengguna jalan mematikan mesin dan berdiri disamping kendaraan, khusus roda dua,” jelas Andhini.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah