Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sosok Khairul, Orang Bugis yang Jadi Ketua Pengadilan Negeri Kota Kediri

Emilia Susanti • Kamis, 15 Agustus 2024 | 17:35 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri-“Lirboyo dan rokok. Pabrik rokok yang namanya besar.”

Kata-kata itu terucap dalam logat yang khas. Dengan intonasi yang meninggi. Seakan dengan nada marah.

Namun, tak perlu takut. Karena kalimat-kalimat yang keluar dari mulut lelaki bernama Khairul ini jauh dari maksud marah.

Maklum, si empunya suara berlogat seperti itu. Sebagai seorang keturunan Bugis, nada bicaranya jelas berbeda dengan warga Kediri.

Toh, ketua Pengadilan Negeri (PN) Kota Kediri ini tak sulit menyesuaikan diri. Itu dia buktikan selama tiga minggu berada di kota tahu, sejak ditunjuk menakhodai lembaga peradilan ini.

Khairul mengakui, dia baru pertama ini menginjakkan kaki di Kediri. Tetapi, bukan berarti dia tak tahu sama sekali  tentang tempat yang dulu dikenal sebagai pusat pemerintahan kerajaan Kadiri ini.

Yang paling diingat adalah dua hal di awal tulisan ini, Ponpes Lirboyo dan pabrik rokok PT Gudang Garam Tbk.

Hanya itu? Sang ketua PN menggeleng. Menurutnya, ketika berada di Kediri dia juga semakin mengenal seluk-beluk kota ini.

Menyebut kota ini sebagai tempat yang ramah. Yang membuat dia tak kesulitan beradaptasi. Baik dengan pekerjaan maupun orang-orang di sekelilingnya.

Dia pun membuktikan kebenaran kata orang, bahwa Kediri adalah tempat yang nyaman dan tenang untuk ditinggali.

"Fasilitas itu semuanya ada. Mau makan murah, kemudian dalam kehidupan sehari-hari orangnya ramah. Itu nyaman kan? Tenangnya juga itu, tidak crowded," terang pria yang sudah jatuh cinta dengan kuliner pecel ini.

Setelah mencari tahu banyak tentang Kediri, Khairul semakin terpesona. Apalagi dengan sejarahnya. Ada kerajaan tertua di Kediri dan menjadi peradaban tertua di tanah Jawa.

Dia pun menyebut salah satu kisah yang menarik perhatiannya adalah cerita cinta Panji dan Sekartaji. Tak hanya itu, dia juga mengagumi keberadaan Sungai Brantas dan Gunung Kelud.

"Saya kan suka dengan sejarah. Suka dengan peradaban. Karena orang yang baik adalah orang yang mengenal sejarah, menurut saya. Pemimpin yang baik, yang mampu menggali nilai-nilai masyarakat itu berasal dari sejarah. Belajar dari sejarah," tekannya.

Melihat rekam jejaknya  sebelum akhirnya ditempatkan di Kediri, Khairul adalah sosok pengadil yang sarat pengalaman. Sebelum bertugas di Kediri dia adalah Ketua PN Maros, Sulawesi Selatan.

Di tempat ini dia sempat mengadili pelaku pembunuhan bos roti Maros, yang viral pada 2023. Putusannya dinilai berani saat itu. Yaitu penjara seumur hidup.

"Waktu jadi Ketua Pengadilan Negeri Malili, Sulawesi Selatan, itu kasus kolor ijo. Dikenal kolor ijo, itu menusuk alat kelamin perempuan. Di dalam berkas itu sekitar 20-an (korban). Tetapi pengakuan dari terdakwa itu 40 yang dia tusuk. Dan korban itu kondisinyas sangat-sangat mengkhawatirkan. Karena ditusuk pakai pisau dapur, tergolong sadistis dan kami jatuhkan hukuman mati," tambah pria yang dulunya bercita-cita menjadi dokter ini, dengan panjang lebar tentang salah satu kasus besar yang dia tangani.

Ada fakta menarik lainnya dari sosok Khairul ini. Pria 44 tahun ini merupakan penggemar bola. Termasuk seorang yang mengikuti pertandingan Liga 1 Indonesia.

Bahkan, dia datang menyaksikan dan mendukung langsung Persik Kediri di Stadion Brawijaya pada Minggu (11/8) lalu. Dia pun mengaku akan selalu mendukung Persik Kediri selama bertugas di Pengadilan Negeri Kediri.

Lalu, siapa yang akan didukung Khairul ketika Persik Kediri melawan PSM Makasar? "Ini juga pertanyaan yang kemarin juga ditanyakan Direktut Persik Kediri. Yang namanya kita lahir, ya itu ibu pertiwi. Tapi yang namanya tanah dipijak langit dijunjung. Ya saya doakan seri aja," candanya sembari menyebut siapa pun lawannya, Khairul akan mendukung Persik Kediri.

Terakhir, dia ternyata juga menyoroti kasus kejahatan yang di terjadi di wilayah hukum kerjanya. Tidak lain adalah kasus narkotika dan obat terlarang.

Yang menurutnya, salah satu faktor merajalelanya peredaran berhubungan erat dengan tingkat arus lalu lintas.

"Apalagi Kediri ini tempat transit di wilayah eks-Karasidenan Kediri. Pengadilan itu kan apapun hukumannya itu tidak selalu memberikan efek jera. Tetapi pencegahan yang lebih utama," tandasnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #ponpes lirboyo #PT Gudang Garam #pengadilan negeri #ketua pengadilan negeri #jawa pos