KEDIRI, JP Radar Kediri-Dukungan untuk pasangan Hanindhito Himawan Pramana-Dewi Mariya Ulfa bertambah lagi. Tadi malam, bupati dan wakil bupati Kediri itu menerima rekomendasi pasangan dari DPP Gerindra.
Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, rekomendasi diserahkan di salah satu restoran di Tangerang, Jawa Barat. Penyerahan rekomendasi dilakukan bersamaan dengan berbagai daerah di Indonesia. “Alhamdulillah, ini baru saja menerima rekomendasi dari Gerindra,” kata Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana sembari menyebut rekomendasi diserahkan oleh Sekjen DPP Gerindra Ahmad Muzani.
Untuk diketahui, sebelumnya DPD Gerindra Jawa Timur merekomendasikan Roaitu Nafif Laha, tokoh fatayat Kediri untuk berpasangan dengan Dhito. Namun, di tahap final, suami Eriani Annisa itu berpasangan kembali dengan Dewi.
Terkait hal itu, Dhito menyebut Gerindra tak mempermasalahkannya. “Memang komunikasi saya, PDI Perjuangan dan Gerindra sudah terjalin sejak lama,” lanjut bapak dua anak itu.
Pria yang akhir Juli lalu genap berusia 32 tahun itu menjelaskan, setelah DPD Gerindra Jatim merekomendasikan nama Nafif Laha, Dhito langsung berkomunikasi dan bertabayun dengan anggota DPRD Provinsi Jatim terpilih itu. “Hasilnya memang Bu Nafif ingin istikomah di jalan itu (DPRD Provinsi Jatim, Red) dulu,” terangnya.
Pertimbangan lain, menurut Dhito selama 3,5 tahun memimpin Kabupaten Kediri, dirinya tidak pernah punya masalah dengan Dewi. Karenanya, mereka memutuskan untuk maju kembali di pilkada. “Dan Mbak Dewi kan sudah pamitan dari PKB sejak 9 Agustus lalu. Sekarang sudah netral,” papar Dhito tentang alasan partai lain bersedia menerima Dewi sebagai pasangan bakal calon wakil bupatinya.
Sementara itu, dengan turunnya rekomendasi dari DPP Gerindra tadi malam, berarti total ada empat partai parlemen yang mendukung Dhito-Dewi. Selain Gerindra, sebelumnya Demokrat, PDI Perjuangan dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah menyerahkan rekomendasi mereka. Total kursi yang terkumpul dari empat partai mencapai 26.
Adapun pasangan Deni Widyanarko-Mudawamah didukung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Duet dua partai religius dan nasionalis ini mengumpulkan total 13 kursi di legislatif. Sudah mencukupi untuk mendaftar di KPU Kabupaten Kediri.
Bagaimana dengan dukungan dari dua parpol yang tersisa, Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN)? Ditanya demikian, Dhito optimistis bisa mendapat rekom dari keduanya. Namun, dia menunggu penyerahan rekomendasi dari DPP. “Nanti kita tunggu saja (penyerahan rekomendasinya, Red),” tandas Dhito.
Terpisah, parpol pengusung Dhito tidak mempermasalahkan pilihan putra Menteri Sekretaris Kabinet (Menseskab) Pramono Anung itu pada Dewi untuk kali kedua. Badan Pemenangan Pemilu DPC PDIP Kabupaten Kediri Tri Efendi menyebut pihaknya akan mendukung siapapun kandidat bacawabup yang dipilih Dhito. “PDIP tetap ikut Mas Dhito terkait calon yang diusung,” jelasnya.
Senada dengan Dhito, Tri menilai dalam kepemimpinannya di periode pertama, duet Dhito-Dewi tidak pernah ada masalah. Program yang dicanangkan di visi-misi juga sudah terealisasi. “Jadi memang tidak masalah kalau maju lagi berpasangan,” paparnya sembari menyebut PDI Perjuangan akan kembali menyosialisasikan pasangan Dhito-Dewi hingga ke akar rumput.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah