Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bantuan Berhenti, Warga Terdampak Pencemaran Minyak di Tempurejo Kota Kediri Resah

Ayu Ismawati • Senin, 12 Agustus 2024 | 16:36 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri- Problem pencemaran air dengan minyak dari SPBU di Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren, belum benar-benar tuntas. Warga terdampak masih didera resah. Penyulutnya, pihak SPBU telah memutus bantuan air minum ke warga terdampak yang airnya sudah dinyatakan bersih.   

Penghentian bantuan itu berdasar pada hasil penelitian laboratorium terbaru. Yang menyebut hanya tiga dari 14 sumur yang masih tercemar. Namun, warga tetap meminta agar bantuan diberikan. Karena sumur-sumur mereka yang dinyatakan bersih masih berbau minyak.

“Nyatanya, dari kemarin sudah di-stop (bantuan) air minumnya. Air (untuk) tandon hanya (dikirim) pagi saja,” keluh Ahmad Satriyo, salah seorang warga yang sumurnya terdampak.

Menurut pria yang disapa Rio ini, warga telah berkirim surat ke SPBU Pertamina 5464135 yang menjadi sumber pencemaran. Isinya, meminta agar air sumur bisa dinormalkan kembali. Selama air sumur belum layak dikonsumsi, mereka meminta bantuan air tetap diberikan.

Pihak SPBU juga telah memberi jawaban. Sambil menunjukkan surat tersebut, dia mengatakan isinya SPBU akan memutus penyaluran air dan kompensasi terhadap 11 kepala keluarga yang airnya sudah dinyatakan bersih. Namun, pemutusan itu baru akan dilakukan per September nanti.

Rio menambahkan, air sumurnya diklaim sudah nol kandungan total petrolium hidrokarbon (TPH) oleh peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Kenyataannya, air sumurnya masih berbau minyak.

“Mungkin ada dari tanah (kandungan minyak, Red). Dari ITS dulu juga membenarkan kalau mereka hanya mengobati airnya saja. Tapi kandungan minyak kemungkinan masih ada di lapisan tanah,” bebernya.

Hal itulah yang menurut Rio membuat warga kian kalut. Sebab, SPBU hanya mengakui data hasil uji laboratorium. Yang menyebut tiga sumur masih mengandung minyak. Yakni milik Semi, Sugiono, dan Herry.

Padahal, faktanya, air sumur sebelas warga yang lain masih berbau minyak. Dan itu dibenarkan oleh orang-orang yang membuktikan langsung. “Warga mintanya cuma air kembali normal lagi, entah gimana caranya. Selama itu belum normal, bantuan harus dilanjutkan,” tandasnya.

Sementara itu, kasus pencemaran ini menarik perhatian LSM Aliansi Kediri Bersatu. Yang menegaskan akan melakukan pendampingan pada warga terdampak.

 “Mau kapan selesainya, lewat sengketa hukum maupun lainnya antara pemerintah dan pengusaha, itu urusan mereka. Warga intinya cuma minta kembalikan hak hidup mereka di Tempurejo ini,” ujar Koordinator LSM Kediri Bersatu Supriyo, usai menemui warga terdampak kemarin.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Imam Muttakin mengatakan, pihaknya sudah menindaklanjuti kabar tersebut. Seharusnya, saat ini, bantuan air kepada warga terdampak masih dilanjutkan.

“Kami masih komunikasikan dengan pihak SPBU melalui Pertamina,” ujar Imam.

Sebelumnya diberitakan, pemulihan belasan air sumur tercemar minyak diklaim menyisakan tiga sumur yang masih mengandung minyak. Pihak manajemen SPBU memutuskan akan melanjutkan treatment pemulihan dan pemberian kompensasi hanya kepada tiga warga terdampak yang tersisa. Dengan begitu, bantuan air dan kompensasi untuk sebelas warga lainnya akan dihentikan.

Pihak DLHKP menyarankan SPBU tidak langsung menghentikan suplai bantuan air bersih dan air minum ke warga terdampak. Sebab, faktanya, air sumur masih berbau dan berasa meskipun sudah dinyatakan nol TPH. Sehingga belum layak dikonsumsi.

Pihak SPBU, yang berusaha dikonfirmasi persoalan ini belum memberikan keterangan resmi. Penasihat hukum pihak SPBU, Eko Budiono, meminta untuk diberi waktu ketika coba dikonfirmasi wartawan koran ini.

Namun, sebelumnya, Section Head Communication and Relations Pertamina Patra Niaga Jatim Balinus Taufiq Kurniawan mengatakan, kebijakan Pertamina merujuk pada data hasil uji laboratorium. Yang menunjukkan hanya tersisa tiga sumur yang masih tercemar minyak.

“Kalau warga masih merasa seperti itu (air berbau minyak, Red) ya itu perasaan mereka. Buktinya ada atau tidak (kandungan minyak) sesuai dengan data,” tandasnya (2/8).

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #Bantuan air #pencemaran minyak #tempurejo #jawa pos #kota kediri