Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Selama Tujuh Bulan, Ada Lima Ribuan Anak Muda Mengidap Penyakit Diabetes di Kota Kediri

Ayu Ismawati • Kamis, 8 Agustus 2024 | 16:52 WIB
RENTAN KENA DIABETES: Sejumlah pelajar SMA mengikuti sosialisasi ancaman diabetes melitus di salah satu hotel di Kota Kediri kemarin siang.
RENTAN KENA DIABETES: Sejumlah pelajar SMA mengikuti sosialisasi ancaman diabetes melitus di salah satu hotel di Kota Kediri kemarin siang.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Kasus diabetes di Kota Kediri semakin mengkhawatirkan. Sejak Januari-Juli lalu, total ada 5.313 kasus yang ditemukan. Hampir separo di antaranya diderita oleh anak muda.

Data yang dihimpun koran ini, hasil skrining Dinas Kesehatan Kota Kediri menunjukkan 8.173 orang menderita diabetes melitus selama 2023. Dengan temuan yang sudah lebih dari lima ribu kasus selama enam bulan pertama, kasus diabetes melitus tahun ini diyakini bisa lebih tinggi dari tahun lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr. Fajri Mubasysyir mengakui jika kasus diabetes melitus trennya terus meningkat. “Hampir separo memang diderita oleh anak muda,” kata Fajri.

Terkait banyaknya anak muda yang terjangkit diabetes, menurut Fajri hal tersebut karena gaya hidup kekinian. “Banyak makan fast food (makanan cepat saji, Red),” lanjutnya.

Sementara itu, meski jumlah anak muda yang menderita diabetes hampir mencapai separo, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Kediri Hendik Suprianto mengklaim hingga awal Agustus ini belum ditemukan kasus diabetes pada anak.  

“Memang trennya sekarang, diabetes sudah banyak diderita mulai dari anak usia remaja. Salah satu penyebabnya terkait dengan gaya hidup dan pola aktivitas,” terangnya.

Gaya hidup yang berpotensi menimbulkan penyakit itu antara lain pola makan tidak sehat. Hendik menyebut, anak muda zaman sekarang pola makannya cenderung tidak sehat.

“Mereka cenderung tidak suka makan buah dan sayur. Sebaliknya, mereka lebih suka makan makanan instan dan jajanan kurang sehat. Termasuk minum minuman manis,” bebernya ditemui usai memberi sosialisasi bahaya diabetes dengan anak-anak SMA dan sederajat.

Lebih jauh Hendik menuturkan, temuan kasus diabetes lebih banyak didominasi diabetes tipe 2. Penyakit ini sering kali dipicu oleh faktor eksternal seperti pola makan. Yang terjangkit pun lebih banyak berusia di atas 20 tahun.

“Diabetes tipe 2 itu mulai banyak ditemui kasusnya di usia 30 tahun ke atas. Tapi kan pemicunya mulai dari sekarang ini (usia anak dan remaja, Red),” ungkapnya.

Terpisah, dokter spesialis penyakit dalam dari RS Bhayangkara Kediri dr. M. Ujung Baehaqi mengatakan, semua anak punya risiko penyakit diabetes. Hanya saja, risiko itu bisa semakin besar dengan kondisi tertentu.

“Seperti salah satu orang tua mempunyai diabetes. Risikonya bisa enam kali lipat lebih besar,” ujarnya saat menyampaikan edukasi tentang penyakit diabetes kepada puluhan pelajar SMA dan sederajat di Kota Kediri.

Saat sudah parah, orang dengan diabetes sering kali ditandai dengan luka di kaki yang tak kunjung sembuh. Karena tingginya kasus penderita diabetes, dia menganalogikan setiap 30 detik, satu orang di dunia kehilangan kakinya akibat komplikasi dan diamputasi.

“Dan di Indonesia, 40 persen biaya perawatan penyakit diabetes ada di perawatan kaki. Tapi, 85 persen kakinya bisa selamat. Kalau berobat dan kadar gulanya bisa dikendalikan,” tandasnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #penyakit #anak muda #pola makan #kesehatan #fast food #diabetes #jawa pos