KEDIRI, JP Radar Kediri - Peresmian Jembatan Jongbiru (eks-Jembatan PG Mritjan) kemarin benar-benar diwarnai ‘pesta’ para pelaku usaha mikro kecil dan menengah.
Seakan menjadi harapan agar usaha mereka bisa kembali menggeliat, peresmian kemarin disertai dengan acara makan nasi pecel gratis. Penyedianya adalah belasan pedagang di sekitar jembatan.
Penyediaan nasi pecel gratis oleh para pedagang itu juga menjadi penegas harapan Bupati Hanindhito Himawan Pramana, yang melakukan peresmian bersama dengan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jatim-Bali Rahman Taufik. Yang berharap ekonomi warga bisa pulih setelah sempat tertidur akibat ambrolnya jembatan sejak 2017.
“Harapannya warga yang merupakan bakul pecel, pelaku UMKM, yang tadinya nggak laku dari tahun 2017 bisa hidup (berjualan, Red) lagi,” kata Dhito usai peresmian.
Kegembiraan warga memang terlihat jelas saat peresmian kemarin. Kedatangan Dhito di jembatan yang sekaligus salah satu akses ke Bandara Dhoho itu disambut antusias warga. Mereka mengerubuti sang bupati.
Meminta bersalaman hingga berswafoto. Warga yang datang pun tak sebatas penduduk Desa Jongbiru. Tapi juga dari daerah lain di Kabupaten Kediri.
“Akses yang selama tujuh tahun ini terputus sudah bisa terhubung kembali hari ini. Pada hari Jumat tanggal 26 Juli persis tadi sekitar pukul 10.55 juga sudah kita resmikan,” ucap pria yang juga biasa disapa Mas Dhito ini.
Suami Eriani Annisa itu menyebut, dengan diresmikannya Jembatan Jongbiru, masyarakat busa menikmati akses penghubung kabupaten dengan kota itu.
“Setelah ini silakan kepada seluruh warga Kediri, baik kota maupun kabupaten bisa menikmati kembali Jembatan Jongbiru,” terangnya.
Dia juga menerangkan, sebelum Jembatan Jongbiru jadi, warga Kediri bagian utara sisi timur Sungai Brantas jika mau ke barat sungai harus memutar. Terlebih dulu melintasi Jembatan Semampir yang jaraknya beberapa kilometer.
“Kalau sekarang kan tinggal bablas lewat Jembatan Jongbiru langsung masuk (Desa) Jabon,” terangnya.
Terpisah, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur - Bali Rahman Taufik mengatakan, Jembatan Jongbiru merupakan realisasi dari amanah Intruksi Presiden nomor 3 tahun 2023 tentang percepatan peningkatan konektivitas jalan daerah.
“Jadi, itu kita bangun. Kalau yang tadi jalan menuju jembatan sudah selesai 2023. Untuk jembatan baru selesai sekarang. Dengan kontrak tahun jamak 2023-2024,” jelasnya.
Terhubungnya kota dengan kabupaten melalui Jembatan Jongbiru menurutnnya juga akan berpengaruh pada lalu lintas nasional. “Tentu jika (jalur) sekunder menuju primer lancar, jalan nasional juga makin lancar,” terangnya.
Dia berharap konektivitas barang dan jasa semakin lancar. Dengan demikian, perekonomian, utamanya di area sekitar, juga semakin lancar.
Diresmikannya Jembatan Jongbiru juga membuat masyarakat gembira. Seperti halnya Ali Mukhson, 62, warga Desa Jongbiru. Laki-laki berjenggot dan kumis putih itu mengaku merasa bersyukur.
“Dulu jualan Pecel tumpang sempat berhenti karena jembatan putus. Sekarang jadi bisa kembali berjualan,” akunya.
Hal yang sama juga dirasakan oleh Sumiati, 45, warga Desa Ngablak, Kecamatan Gampengrejo. Saat Jembatan Jongbiru belum rampung, untuk ke barat sungai dia harus memutar ke Jembatan Semampir. Jika tidak begitu dia harus mengeluarkan uang untuk menyeberang lewat Bendung Gerak Waru Turi.
“Dengan dibukanya Jembatan Jongbiru bisa menghemat biaya transportasi dan memperbaiki ekonomi masyarakat,” terangnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah