KEDIRI, JP Radar Kediri- Zidna Al Izzah atau Ning Zidna agaknya mantap mendampingi Katino dalam pilkada Kota Kediri November nanti. Putri almarhum Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah itu memastikan langkah setelah mengantongi restu dari keluarga besarnya di Ponpes Al-Islah. Selebihnya, dia juga sudah berpamitan kepada Ketua DPD Golkar Kota Kediri Sudjono Teguh Widjaja.
Ditemui koran ini kemarin, alumnus Universitas Brawijaya itu menyebut keputusannya macung bakal calon wakil wali kota (bacawawali) diambil setelah mendapat persetujuan keluarganya. “Alhamdulillah seluruh keluarga besar Al Islah (Ponpes Al Islah Bandarkidul, Red) mendukung saya berdampingan dengan Mas Katino,” katanya ditemui di salah satu kafe di Kota Kediri.
Bagaimana dengan statusnya di DPD Golkar yang di pilkada mengusung Vinanda Prameswati? Perempuan yang juga menjadi calon anggota legislatif pada pemilihan legislatif Februari lalu itu mengaku sudah menemui Ketua DPD Golkar Kota Kediri Sudjono Teguh Widjaja. Di pertemuan itu, Ning Zidna memberitahu jika dirinya ‘dipinang’ oleh Partai Gerindra.
“Kemarin (23/7) saya beritikad untuk sowan kepada Bapak Ketua (Ketua DPD Partai Golkar Kota Kediri Sudjono Teguh Widjaja, Red). Bahwasanya saya dipinang Partai Gerindra. Pemberitahuannya itu dalam arti bagaimana pun saya kader Golkar. Ya matur kepada ketuanya,” ujarnya.
Meski demikian, menurut Zidna dirinya tidak secara langsung menyampaikan pengunduran diri dari partai berlambang pohon beringin itu. Meski demikian, dia menyerahkan surat pemberitahuan jika dirinya maju sebagai bacawawali bersama Ketua DPC Gerindra Kota Kediri Katino.
Terkait tindak lanjut dari surat pemberitahuan itu, menurut Zidna dia menyerahkan keputusan pada DPD Partai Golkar Kota Kediri. “Terkait jalannya administrasi bagaimana, saya ngikut Pak Ketua,” tegasnya.
Terpisah, Ketua DPD Golkar Kota Kediri Sudjono Teguh Widjaja mengaku sudah menerima surat pemberitahuan dari Ning Zidna. Meski demikian, terkait status keanggotaannya, hingga kemarin masih belum diputuskan. “Masih menunggu rapat organisasi (Golkar, Red) dulu,” ungkap pria yang akrab disapa Djono itu.
Sesuai mekanisme partai, menurut Djono nantinya Golkar akan mengeluarkan rekomendasi. Sebelum rekomendasi itu keluar, status Zidna di Golkar belum berubah. “Masih (anggota DPD Golkar, Red),” tandas Jono.
Terpisah, Ketua DPC Gerindra Kota Kediri Katino ikut angkat bicara terkait langkah Zidna. Menurutnya, sebagai kader partai, sudah sepatutnya dia pamitan kepada ketua. Apalagi, partai yang menaunginya itu sudah lebih dulu mendeklarasikan Vinanda Prameswati sebagai bakal calon wali kota (bacawali).
“Karena kita juga harus melihat politik yang santun, yang riang gembira,” urainya.
Sebelumnya, duet Katino-Zidna akan diusung oleh partai Gerindra dan Hanura. Gerindra yang mengantongi empat kursi dan Hanura dua kursi, sudah cukup sebagai modal untuk mengusung pasangan tersebut mendaftar ke KPUD Kota Kediri.
Sumber koran ini menyebut, Katino juga intens berkomunikasi dengan beberapa partai lain untuk mengusung dirinya. Di antaranya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan PDI Perjuangan. “Masih terus berkomunikasi. Bisa bertambah lagi koalisinya,” papar sumber koran ini.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah