KEDIRI, JP Radar Kediri-Pembangunan lanjutan Stadion Gelora Daha Jayati (GDJ) menemui titik terang. Proyek yang akan dilanjutkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu dimulai Oktober nanti. Pemerintah akan menggelontor anggaran senilai Rp 303 miliar.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengungkapkan, sekitar seminggu lalu pemkab sudah membahas detail tentang rencana pembangunan lanjutan stadion dengan pihak Kementerian PUPR. Hasilnya, Agustus nanti perencanaan proyek tahap II ditargetkan selesai. Selanjutnya, pada September mulai dilakukan pelelangan. “Harapannya akhir September atau awal Oktober sudah masuk pekerjaan (proyek stadion, Red) di tahap dua,” kata Dhito.
Sebelumnya menurut Dhito Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sudah melakukan review kebutuhan anggaran proyek. Hasilnya, bangunan lanjutan stadion nanti membutuhkan dana Rp 303 miliar.
Dengan dana mencapai ratusan miliar itu menurut Dhito proyek stadion akan selesai secara utuh. Karenanya, tahun ini pemkab mulai menggagas pelebaran jalan.
“Karena akses jalannya ini kecil,” lanjut bapak dua anak itu.
Untuk memastikan masyarakat di sekitar stadion tidak terdampak keberadaan proyek prestisius itu, Dhito menyebut pemkab akan membuat akses jalan baru. Pemkab akan membebaskan lahan yang merupakan aset desa untuk pembuatan jalan. “Nanti (jalan baru, Red) akan tembus langsung ke jalan provinsi,” terang Dhito sembari menyebut akses jalan baru ini dinilai strategis.
Dikatakan Dhito, jika hanya mengandalkan akses jalan yang ada, menurut Dhito berpotensi mengakibatkan kemacetan. Terutama jika ada acara besar di stadion. “Entah acaranya itu sepak bola atau salawatan, khawatirnya mengganggu warga. Kalau sampai mengganggu warga itu kan imbasnya di pemerintah juga,” papar Dhito terkait alasan pelebaran jalan di sisi utara stadion itu.
Pemkab, jelas Dhito, sudah menghitung jumlah volume kendaraan dan jumlah potensi massa jika ada event di stadion. Dengan alasan itu pula, pelebaran jalan mutlak harus dilakukan.
Kapan pelebaran jalan akan dilakukan? Menurut Dhito pengadaan tanah dan pelebaran jalan akan dilakukan tahun 2025 nanti. Bersamaan dengan pengerjaan lanjutan proyek stadion yang dilakukan secara multiyears atau tahun jamak itu.
Dhito menegaskan, pemeliharaan stadion akan menelan dana yang tidak sedikit. Karenanya, untuk menghemat anggaran pihaknya akan menggandeng sponsor. “Ada banyak contohnya. Di Tangerang ada Indomilk Arena (contoh kerja sama pemeliharaan stadion dengan pola sponsor, Red),” urai Dhito sembari menyebut skema itu membuat beban APBD tidak akan berat.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kediri Irwan Chandra Wahyu Purnama menyebut pihaknya akan mengupayakan target realisasi lanjutan stadion pada Oktober nanti. “Banyak sekali yang harus dipersiapkan (jelang pembangunan lanjutan stadion, Red),” tandas Irwan sembari menyebut pihaknya akan mengecek ulang semua item agar tidak ada yang terlewat.
Menurut Irwan pihaknya juga rutin melakukan koordinasi ke Kementerian PUPR membahas pembangunan lanjutan stadion. Salah satu aspek yang ditekankan adalah terkait keamanannya. “Karena memang untuk mencapai standar internasional itu sangat ribet. Harus dicek satu per satu agar bisa sesuai,” jelasnya.
Irwan menyebut, akhir Juli ini Persik akan melakukan training camp (TC) di Stadion GDJ. Setelah Persik ‘mencicipi’ GDJ, pihaknya akan menjadikan masukan mereka sebagai bahan evaluasi. “Karena mereka pemain sepak bola, jadi kan mereka tahu bagaimana rasanya bermain di lapangan yang sesuai,” imbuhnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah