KEDIRI, JP Radar Kediri- Capaian Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kabupaten Kediri masih rendah. Dari target tahun ini sebanyak 25 ribu masih terpenuhi 17-an ribu. Penyebabnya, warga masih menganggap urgensi IKD masih belum tinggi.
“Rendah dibandingkan kota-kota lain,” aku Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data Dispendukcapil, Ongky Asep Satuhu, tentang jumlah capaian IKD.
Ongky menyebutkan, target instansinya adalah mendapat 25 ribu pengguna IKD. Meskipun saat ini masih mencapai 17.900, dia optimistis target tersebut tercapai.
Masih menurut Ongky, ada beberapa kendala yang membuat capaian IKD masih rendah. Seperti belum semua instansi yang menjadikan IKD sebagai syarat administrasi. Yang berarti fungsi IKD masih kurang dibutuhkan. Hal ini membuat minat masyarakat jadi kurang.
"Masyarakat jadi merasa hal itu kurang penting," terangnya.
Selain itu, kendala teknis juga menjadi penyebabnya. Seperti sinyal yang mempengaruhi saat men-download aplikasi atau log-in. Hal ini membuat masyarakat jadi malas. Selain itu, ada beberapa ponsel yang tidak support dengan aplikasi IKD.
"Jadi kalau mereka yang punya HP android itu versi lama belum versi 8 ke atas itu tidak bisa untuk instal aplikasi ini," jelasnya.
Untuk itu, dispendukcapil punya beberapa langkah percepatan.
Seperti mengunjungi sekolah-sekolah untuk lakukan perekaman KTP, juga sekaligus untuk mengajak warga di sekolah untuk melakukan aktivasi. Juga melakukan edukasi dan promosi di media sosial.
"Kemudian juga nanti rencananya kita intensif ke instansi-instansi vertikal seperti kepolisian, TNI dan sejenisnya," jelasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah