Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pendemo Bongkar Pagar Alun-Alun Kota Kediri

Ayu Ismawati • Senin, 22 Juli 2024 | 16:57 WIB
TERBUKA: Demonstran memasang spanduk di area proyek alun-alun yang sebagian pagarnya dibuka kemarin.
TERBUKA: Demonstran memasang spanduk di area proyek alun-alun yang sebagian pagarnya dibuka kemarin.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Demonstrasi menuntut kejelasan tindak lanjut proyek Alun-Alun Kota Kediri di Balai Kota kemarin, berujung pada pembongkaran pagar seng di sekeliling proyek. Menindaklanjuti hal tersebut, dewan mewanti-wanti agar masyarakat tidak masuk ke lokasi proyek yang kini dalam kondisi terbuka.

Sebab, keamanan proyek masih belum diuji. Untuk diketahui, aksi massa terkait proyek alun-alun kemarin dilakukan oleh gabungan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Kediri. Setelah melakukan orasi di depan Balai Kota, mereka bergeser ke alun-alun.

Pagar seng di sisi utara dibongkar sepanjang sekitar 30 meter hingga ke bagian pojok barat. Di salah satu sisinya, massa memasang spanduk bertuliskan, ‘Bongkar Pagar Seng Alun Alun Sekarang Juga’.

lasan membuka pagar seng dengan alasan agar pedagang kaki lima (PKL) bisa ditempatkan di area tersebut. Namun, agaknya para pedagang tetap akan berada di lokasi relokasi hingga proyek selesai.

“Saya justru menjaga agar PKL nggak masuk (area proyek, Red). Karena kalau ada barang-barang yang hilang, nanti yang disalahkan malah PKL,” ujar Ketua Paguyuban PKL Alun-Alun Subagyo.

Dia mengaku tidak tahu waktu pembongkaran pagar seng alun-alun. Dia baru mengetahui pagar seng terbuka selepas pulang salat Jumat.

Terpisah, pembongkaran paksa pagar proyek alun-alun juga mendapat atensi dari dewan. Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Kediri Ashari menyoal aspek keselamatan warga yang terancam jika nekat memasuki area proyek.

Menurutnya, area tersebut masih belum bisa digunakan untuk aktivitas masyarakat. Salah satunya menimbang beberapa titik kawasan proyek yang dinilai rawan.

“Kondisi bangunan masih sangat rawan dan belum dilakukan uji. Nyatanya, penyangga scaffolding di lantai bawah melengkung sekali karena menahan beban bangunan di atas nya,” tegasnya.

Selain itu, lantai dua bangunan pujasera tersebut juga masih terbuka tanpa pagar pembatasan. Belum lagi lubang terbuka di kawasan proyek yang berpotensi membahayakan jika dikunjungi masyarakat.

Pun dengan area lanskap alun-alun yang hampir seluruhnya dipenuhi rumput liar dan gulma. Sehingga rentan menjadi tempat bersarang hewan liar seperti ular. “Kami lebih menitikberatkan pada keselamatan jiwa warga masyarakat. Kalau terjadi apa-apa, saya khawatir bisa mengganggu keselamatan warga,” tandasnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum PT Surya Graha Utama KSO Sidoarjo Santoso selaku kontraktor proyek alun-alun menyayangkan aksi pembukaan pagar. Dia mengaku akan segera menindaklanjuti upaya perusakan itu. Salah satunya dengan melapor kepada pihak berwajib.

“Tentunya kalau itu pengrusakan dan itu merugikan, tentu kita akan lapor,” ujar Santoso. Meski demikian, menurutnya pagar di sekeliling alun-alun merupakan milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri.

Sehingga, Dinas PUPR juga bisa melaporkan upaya perusakan tersebut.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#aksi massa #rada kediri #alun alun kota kediri #proyek #jawa pos