KEDIRI, JP Radar Kediri - Meski belum diresmikan, masyarakat sudah bisa melewati Jembatan Jongbiru.
Selain sepeda dan sepeda motor, hanya kendaraan roda empat kategori kecil yang bisa melewati jembatan yang dibangun menggunakan anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu.
Pembukaan jembatan secara terbatas itu rupanya dilakukan sekaligus untuk memaksimalkan pemadatan aspal.
Pantauan media ini, sejak Jumat (12/7) malam Jembatan Jongbiru sudah dibuka secara terbatas.
Warga pun langsung antusias melewati jembatan yang masih dalam tahap finishing itu. Apalagi, lampu penerangan juga sudah terpasang di rangka atas jembatan.
Di saat bersamaan, sejumlah pekerja terlihat fokus menyelesaikan penggarapan trotoar hingga loneng jembatan.
Pelaksana Lapangan Proyek Jembatan Jongbiru Anugerah Dwi Pamungkas menyebut Jembatan Jongbiru memang dibuka untuk sementara.
“Jembatan dibuka hanya untuk uji traffic aspal saja biar aspalnya maksimal,” kata Pamungkas.
Lebih jauh Pamungkas mengungkapkan, di masa uji traffic ini tidak semua kendaraan bisa melintas. Selain kendaraan roda dua, hanya kendaraan roda empat kecil saja yang bisa melintas.
Misalnya, mobil, mobil pikap, hingga mobil boks saja yang boleh lewat. “Yang lewat masih dibatasi,” lanjutnya.
Untuk diketahui, progres pembangunan Jembatan Jongbiru sudah mencapai 99 persen. Hingga kemarin menurutnya tinggal menyelesaikan pengecatan loneng dan pengecatan marka jalan. Dia menargetkan seluruh pekerjaan selesai pada
Selasa (16/7) nanti.
Terpisah, Kasi Perencanaan Jalan dan Jembatan Yudit Praminata membenarkan bahwa Jembatan Jongbiru tengah dilakukan open traffic kendaraan kecil. Hal tersebut sekaligus dilakukan untuk pemadatan aspal. “Tapi masih kondisional. Misalnya ada pekerjaan di tengah ya nanti ditutup dulu,” terang Yudit.
Senin (15/7) nanti, rencananya kontraktor akan melakukan perbaikan aspal. Sesuai hasil pengecekan terakhir, penghamparan atau pemerataan aspal di badan jembatan dinilai ada yang kurang bagus.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri Irwan Chandra Wahyu Purnama menjelaskan, hingga kemarin pihaknya masih menunggu jadwal peresmian dari Kementerian PUPR.
Dia memprediksi paling lambat dua minggu ke depan atau minggu keempat Juli sudah diresmikan.
“Menunggu jadwal dari kementerian untuk peresmiannya. Mungkin paling lama dua minggu ke depan,” paparnya sembari menyebut Pemkab Kediri masih terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat terkait peresmian infrastruktur yang menjadi akses alternatif ke Bandara Dhoho itu.
Seperti diberitakan, anggaran pembangunan Jembatan Jongbiru mencapai Rp 25,46 miliar. Jembatan sepanjang 133,94 meter itu tidak hanya menghubungkan Kabupaten dan Kota Kediri. Melainkan juga akan menjadi tumpuan arus kendaraan dari arah utara ke barat sungai.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah