KEDIRI, JP Radar Kediri- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri langsung tancap gas melakukan tahapan pemilihan kepala daerah. Ratusan petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih) dikerahkan untuk melaksanakan pencocokan dan penelitian (coklit). Ada dua ratus ribu data pemilih yang akan diteliti.
Komisioner KPU Kota Kediri Divisi Perencanaan Data dan Informasi Nia Sari mengatakan, data daftar penduduk potensial pemilih pemilihan (DP4) menjadi acuan dalam pelaksanaan coklit. Adapun data DP4 yang diturunkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk Kota Kediri mencapai 222.451 pemilih.
“Sama seperti pemilu lalu (Februari, Red). Semua data pemilih yang diturunkan dari kemendagri, kami hanya mencocokkan dan melakukan penelitian,” ujarnya.
Jumlah pemilih di data DP4 turun dibandingkan daftar pemilih tetap (DPT) pemilu sebelumnya. Pada Pemilu 2024 Februari lalu, DPT Kota Kediri mencapai 233.962 pemilih. “Perubahan itu mungkin disebabkan ada pemilih baru yang belum masuk di kemendagri. Atau yang sudah pindah tapi belum masuk ke DP4,” sambungnya.
Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu menerangkan, tahapan ini bertujuan untuk memastikan jumlah pemilih. Pemilih yang dianggap tidak memenuhi syarat (TMS) akan dicoret. Sedangkan yang belum terdata di DP4 akan ditambah.
“Baru nanti kami tetapkan daftar pemilih sementara. Setelah itu diumumkan ke publik. Apakah ada tanggapan atau tidak? Kalau tidak ada, nanti baru kami tetapkan sebagai DPT,” urainya sembari menyebut, pengumuman hasil penetapan DPT akan dilakukan pada 22 September mendatang.
Sementara itu di tahap ini, sedikitnya ada 782 pantarlih yang ditugaskan. Masa kerja mereka terhitung mulai Senin (24/6) lalu saat pantarlih dilantik serentak di kelurahan masing-masing.
Karena jumlah penduduk yang beragam di tiap kelurahan, menurut Nia masing-masing pantarlih dibatasi dengan maksimal 400 pemilih. Dengan begitu, beberapa tempat pemungutan suara (TPS) memiliki dua pantarlih.
Untuk menjalankan tugas pendataan itu, pantarlih dideadline selama 30 hari. “Hari ini (Senin 24/6, Red) sudah mulai menyebar sampai 24 Juli nanti,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah