KEDIRI, JP Radar Kediri - Pihak Imigrasi mendukung penuh rencana Bandara Internasional Dhoho yang akan melayani penerbangan umrah. Meskipun belum menerima pemberitahuan resmi kapan rencana itu akan direalisasikan, namun mereka akan menyiapkan tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Tentu saja setelah mereka melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
“Sementara ini kami masih belum mendapat informasi terkait itu (layanan penerbangan umrah di Bandara Dhoho, Red). Namun yang jelas kami sangat mendukung dan siap untuk dibukanya layanan internasional itu,” kata Kepala Kanator Imigrasi Kelas II Non-TPI Kediri Denny Irawan, ketika dikonfirmasi kemarin.
Diberitakan sebelumnya, rencananya, mulai September Bandara Dhoho akan melayani penerbangan umrah. Dengan membuka jalur penerbangan internasional rute Kediri-Jeddah, Arab Saudi. Pembukaan rute internasional ini tentu saja membutuhkan peran imigrasi yang lebih banyak. Terutama untuk pengawasan arus keluar-masuk orang dari dan ke luar negeri. Untuk itulah, menurut Denny, pihaknya akan menunggu arahan dari pihak Angkasa Pura (AP) 1 sebagai pengelola bandara.
“Tentunya perlu koordinasi-koordinasi dengan pihak bandara. Terkait bagaimana langkah kami ke depan mempersiapkan penerbangan umrah. Kami masih perlu koordinasi lebih lanjut,” jelas Denny.
Tidak hanya imigrasi, Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri juga siap mendukung dibukanya layanan penerbangan umrah. Salah satunya soal pengamanan alat berat pesawat yang akan masuk bandara.
Kabid Pengembangan Dishub Kabupaten Kediri Yudha Nur Ari menyebut, ketika membuka layanan umrah nanti, otomatis pesawat yang digunakan adalah yang berbadan besar, seperti jenis Airbus A330.
“Karena pesawat berbadan besar, otomatis membutuhkan alat-alat berat pula,” jelasnya.
Dia menyebut, ketika proses pendatangan alat berat itu, pihaknya bertugas untuk mengamankan alat-alat berat yang masuk ke Bandara Dhoho.
“Itu nanti didatangkan dari bandara sebelah. Kemungkinan dari Solo. Kami bertugas mengamankan pada saat alat didatangkan ke Bandara Dhoho,” terangnya.
Sebenarnya, Bandara Dhoho sudah melayani penerbangan umrah sejak akhir April lalu. Hanya saja, jemaah masih menggunakan penerbangan domestik Kediri-Jakarta. Selanjutnya, mereka akan melanjutkan penerbangan ke Madinah atau ke Jeddah, Arab Saudi.
Sementara, bila dibukanya penerbangan umrah September nanti, jemaah yang berangkat lewat Bandara Dhoho tidak lagi menggunakan penerbangan Domestik. Penerbangan ini nantinya akan menggunakan maskapai Citilink menggunakan pesawat Airbus A330 berkapasitas 360 seat. Berbeda dengan pesawat domestik Citilink Airbus A320 yang berkapasitas 180 seat.
Baca Juga: Optimistis Jembatan Jongbiru Beroperasi Juli, Pengecoran Ditarget Kelar Akhir Juni
Rencananya, dalam satu bulan akan ada tiga kali penerbangan. Namun, itu tergantung dari animo umrah di Jatim bagian selatan. Jika ternyata animonya tinggi, penerbangan umrah benar-benar bisa dibuka tiga kali dalam sebulan. Sesuai rancangan awal pemkab bersama otoritas bandara dan maskapai.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah