Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kabar Haji, Tiga Jemaah Lansia dari Kediri Kena Heatstroke

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Senin, 24 Juni 2024 | 21:48 WIB
Ribuan jemaah Kediri Raya sudah menyelesaikan puncak haji pada Rabu (19/6) lalu
Ribuan jemaah Kediri Raya sudah menyelesaikan puncak haji pada Rabu (19/6) lalu

KEDIRI, JP Radar Kediri - Ribuan jemaah Kediri Raya sudah menyelesaikan puncak haji pada Rabu (19/6) lalu. Pascamelakukan agenda panjang itu, tidak sedikit jemaah yang kelelahan hingga mengalami sakit.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri Achmad Faiz mengatakan, jelang kepulangan pertengahan Juli nanti, kondisi para jemaah beragam. Meski mayoritas sehat, banyak jemaah yang mengalami batuk, pilek, hingga tekanan darahnya tinggi karena kelelahan. “Setelah selesai menuntaskan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina pada Rabu (19/6) pagi jemaah kembali ke hotel di Makkah,” kata Faiz.

Selanjutnya, pada Jumat 921/6) dini hari lalu para jemaah merampungkan tawaf ifadah dan sai. Kegiatan mengelilingi Kakbah itu dilakukan dua tahap. Tahap pertama diikuti oleh jemaah muda atau jemaah kategori sehat.

Adapun tahap kedua diikuti oleh jemaah lanjut usia (lansia) dan jemaah risiko tinggi. “Alhamdulillah, semua (jemaah lansia dan risti) masih memungkinkan melaksanakan sendiri. Tentu dengan pendampingan ketat,” lanjut Faiz.

Lebih jauh Faiz menyebut, dengan selesainya tawaf ifadah dan sai, praktis rangkaian ibadah haji sudah selesai. Selebihnya, jemaah tinggal melakukan ibadah sunah. Termasuk bagi yang ingin melakukan umrah sunah.

Untuk diketahui, pascamengikuti puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), kondisi jemaah memang tidak sepenuhnya prima. Banyak jemaah yang kelelahan hingga terkena batuk dan pilek. Bahkan, penyakit darah tinggi Juli Samsi Lamirin, warga Desa Puhrubuh, Semen yang tergabung di kelompok terbang (kloter) 75 sempat kambuh.

Ketua Kloter 75 Moh. Mudzofir mengatakan, setelah mengikuti puncak haji di Armuzna, penyakit bawaan Juli kambuh. Karenanya, pada Jumat (21/6) malam dia harus dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). “Setelah puncak Armuzna  memang semua (jemaah, Red) kelelahan,” terang Mudzofir.

Sementara itu, Faiz menyebut setelah rangkaian ibadah haji selesai, pihaknya melakukan evaluasi kloter. Hal tersebut untuk memastikan ada tidaknya jemaah yang belum melaksanakan tawaf ifadah dan sai.

Setelah rangkaian ibadah haji, Faiz menyebut awal Juli nanti para jemaah akan bergeser ke Madinah. Di sana mereka akan melaksanakan salat arbain atau salat 40 waktu di Masjid Nabawi.  "(Arbain, Red) kurang lebih selama delapan sampai sembilan hari," jelasnya.

Sembari menunggu jadwal tersebut, menurut Faiz jemaah fokus melakukan ibadah sunah. Seperti ziarah, atau umrah sunah. "Tinggal mengisi kegiatan selama di Makkah sembari menunggu geser ke Madinah. Mungkin (ziarah, Red) ke Taif atau ke Jeddah," jelas Faiz sembari menyebut jemaah dijadwalkan pulang ke Kediri pada 12 Juli nanti. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. 

 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kabupaten kediri #kediri #jemaah haji #kemenang #lansia