KEDIRI, JP Radar Kediri– Kebakaran pom mini yang menghanguskan 3 ruko di Jalan Tembus Kaliombo menjadi pelajaran penting bagi warga Kelurahan Kaliombo, Kota Kediri. Akibat peristiwa itu, mereka dengan tegas menolak ada penjualan pom mini di sekitar lokasi kejadian. Sebab, kebakaran yang terjadi pada Jumat (14/6) lalu menyebabkan warga menjadi trauma .
Darmi, 52, dan warga di Jalan Tembus Kaliombo, Kelurahan Kaliombo itu tidak setuju adanya pendirian pom mini lagi. Kebakaran yang terjadi satu minggu lalu membuat warga ketakutan. Khususnya mereka yang tinggal di sekitar lokasi.
“Kami sudah sepakat tidak mau ditempati pom mini lagi,” jelasnya. Darmi mengatakan, di Kelurahan Kaliombo sudah banyak pom mini yang berjejer. Apalagi dengan jarak yang cukup dekat. Oleh sebab itu, warga di Jalan Tembus Kaliombo para warga sepakat tidak ada lagi pom mini.
“Sudah lapor RT, wes sok neh moh (besok tidak boleh lagi, Red) ditempati pom mini,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, Misnari dan Umaidah, pasangan suami istri penjaga toko asal Sumenep tidak diketahui keberadaannya pada Selasa (18/6) lalu. Mereka diduga pulang ke kampung halaman usai kebakaran yang terjadi pada Jumat 914/6) lalu.
Untuk diketahui, kebakaran pom mini itu terjadi di toko sembako Queenza yang ada di Jalan Tembus Kaliombo. Kebakaran tersebut mengakibatkan tiga bangunan dilalap si jago merah. Kobaran api menghanguskan pom mini, satu unit sepeda motor Suzuki Thunder dan satu unit Yamaha Mio. Belum ada tersangka di kejadian tersebut.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah