KEDIRI, JP Radar Kediri - Ribuan jemaah haji Kediri Raya mengikuti puncak ritual haji bersama jemaah dari seluruh dunia di Makkah, Arab Saudi mulai kemarin.
Sayangnya, tidak semua kondisi jemaah prima. Sebagian mengeluhkan demam hingga terkena infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Bahkan, jemaah berisiko tinggi (risti) diputuskan untuk didampingi.
Kepala Kantor Kementerian Agama (kemenag) Kabupaten Kediri Achmad Faiz mengatakan, pada puncak ritual haji kemarin, secara umum kondisi jemaah Kabupaten Kediri sehat. Namun, diakuinya ada beberapa yang tidak dalam kondisi prima.
“Untuk jemaah lansia dan risti, beberapa butuh pendampingan,” kata Faiz.
Sekitar pukul 06.00 kemarin, menurut Faiz ada jemaah dari kloter 75 yang mengeluhkan demam serta terkena ISPA. Beruntung, setelah ditangani oleh Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) di tenda, kondisinya pulih.
"Sekarang (kemarin, Red) jemaah sudah ada di Arafah. Kondisinya sudah membaik," sambung Moh. Mudzofir, Ketua Kloter 75.
Selain jemaah kloter 75, ada pula jemaah lansia di kloter 73 yang sempat drop. Adalah Tukilah, 85, jemaah asal Kecamatan Plosoklaten yang sempat tidak mau makan.
“Baru pada Jumat malam (14/6) dia mau makan. Akhirnya kondisinya pulih. Tidak perlu dirujuk ke RS,” ungkap Ketua Kloter 73 Sulthonuddin Aziz.
Sementara itu, jemaah melakukan ritual wukuf di Arafah kemarin. Yakni, sejak setelah Dhuhur atau setelah tergelincirnya matahari. Terkait kegiatannya, mulai salat berjemaah hingga khotbah wukuf. Kemudian, dilanjutkan berdoa dan berzikir oleh masing-masih jemaah.
"Kegiatan lain diserahkan pada masing-masing jemaah untuk berzikir dan berdoa,” lanjut Faiz.
Setelah melakukan wukuf, sekitar pukul 22.00 Waktu Arab Saudi (WAS) tadi malam berpindah ke Muzdalifah untuk mabit atau bermalam di sana.
Kemudian, pagi ini (16/6) berpindah ke Mina untuk melaksanakan lempar jumrah aqobah. "Untuk jadwal (lempar jumrah, Red) menunggu dari Pemerintah Arab Saudi," terang Faiz.
Untuk diketahui, Petugas Haji Daerah (PHD) Kota Kediri dr N. Hendra Wijaya mengatakan, hingga kemarin seluruh jemaah Kota Kediri dalam kondisi baik. Seluruh jemaah bisa mengikuti prosesi wukuf di Arafah.
“Yang sepuh-sepuh juga semangat. Semua bahagia dan sampai saat ini kondisi baik,” tuturnya.
Terkait cuaca panas di Arab Saudi, Hendra menyebut beberapa jemaah memang ada yang terkena batuk.
Namun, berdasarkan pemeriksaan tim kesehatan, kondisi itu tidak memengaruhi proses ibadah jemaah di sana.
Jelang puncak ibadah haji, jemaah diimbau untuk memprioritaskan keselamatan. Khususnya menghindari dehidrasi yang bisa menyerang jemaah haji.
“Salah satunya minum dengan teratur. Bukan minum langsung satu botol penuh. Tetapi sedikit-sedikit, untuk beberapa menit berikutnya minum lagi. Artinya kondisi tubuh tetap terhidrasi. Sehingga tidak kekurangan cairan,” tandasnya.
Sementara itu, Bisri Mustofa, salah satu jemaah asal Kelurahan/Kecamatan Pesantren mengatakan, sekitar pukul 10.00 pada Jumat (14/6) lalu, jemaah Kota Kediri mulai memasuki Arafah. Jemaah tiba di tenda-tenda di Arafah secara bertahap hingga Jumat petang.
Baca Juga: Pembangunan Jembatan Jongbiru Kediri yang Jadi Akses ke Bandara Dhoho Sudah Mencapai Progres 90 Persen
“Alhamdulillah sehat semua. Hanya saja banyak yang batuk-batuk. Ini sudah mulai jor-joran,” ujarnya.
Selama bermalam di Arafah, menurut Bisri beberapa jemaah tergabung dengan jemaah dari daerah lainnya. Termasuk dia yang berada satu tenda dengan jemaah dari Sidoarjo hingga Aceh.
“Di sini (tenda Arafah, Red) satu orang dapat satu matras. Alhamdulillah sekarang sudah bagus kualitasnya di sini. Walaupun antre, tapi masih nyaman,” sambungnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah