KEDIRI, JP Radar Kediri - Target operasional Jembatan Jongbiru awal Juli nanti agaknya tak akan meleset. Setidaknya, realisasi fisik proyek yang menghubungkan Kota dan Kabupaten Kediri itu sudah mencapai 90 persen minggu ini.
Pengecoran tiga gelagar atau bentang jembatan juga ditargetkan selesai minggu depan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Jembatan Jongbiru Grace Agustina Togatorop mengatakan, proses pengecoran bentang atau gelagar sisi Jongbiru, Gampengrejo sudah selesai. Dengan demikian, progres pengecoran jembatan sudah mencapai sepertiganya.
“Pengecoran untuk satu bentang sudah selesai,” kata perempuan yang akrab disapa Grace.
Adapun kemarin menurut Grace rekanan mulai melakukan pengecoran di bentang kedua. Dia memperkirakan minggu ini pengecoran di gelagar bagian tengah sudah bisa rampung. Jika pengecoran bentang tersebut sudah selesai, selanjutnya akan dilakukan pengecoran beton di bentang sisi Jabon, Banyakan.
“Perkiraan sekitar minggu depan, semua (tiga bentang) selesai dicor karena ini masih pembersihan bentang ketiga. Habis itu dicor lagi,” jelas Grace sembari menyebut setelah pengecoran gelagar selesai, rekanan akan melakukan penyelesaian pengecoran sisi oprit.
Setelah beberapa bagian fisik itu selesai, Grace menyebut rekanan akan melakukan pengaspalan.
Dia memperkirakan pengaspalan akan dilakukan pada minggu keempat Juni ini. “Setelahnya tinggal dilakukan finishing,” terang Grace sembari mengaku optimistis akhir Juni ini semua bisa rampung.
Grace menyebut pihaknya akan mengupayakan agar sebelum 26 Juni nanti semua tahapan proyek fisik sudah selesai. “Diperkirakan open traffic dimulai awal Juli,” jelas Grace.
Untuk diketahui, Kamis (13/6) lalu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri Irwan Chandra Wahyu Purnama kembali melakukan pengecekan progres fisik jembatan. Dia memeriksa seluruh bagian proyek mulai dari sisi Jongbiru hingga sisi Jabon.
Hasilnya, dia memastikan proyek yang digarap dari anggaran Kementerian PUPR itu tidak ada masalah. Seperti halnya Grace, Irwan optimistis proyek jembatan tersebut bisa dioperasikan awal Juli nanti.
Seperti diberitakan, sejak minggu lalu gelagar jembatan sudah tersambung secara penuh. Seluruh tahapan fisik jembatan relatif lancar setelah debit air Sungai Brantas yang pada musim hujan lalu sempat meninggi, di musim kemarau ini mulai normal kembali.
Jika dalam beberapa minggu ke depan tak ada kendala dalam realisasi fisik, proyek yang menyokong operasional Bandara Dhoho itu bisa dioperasikan pada awal Juli nanti.
Warga yang sebelumnya harus memutar untuk ke Kota atau ke Kabupaten Kediri, mereka bisa kembali memanfaatkan jembatan sepanjang 133,94 meter yang ditutup sejak 2017 lalu karena rusak.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah