KEDIRI, JP Radar Kediri-Perebutan tiket atau rekomendasi partai politik (parpol) untuk melaju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kediri kian ketat. Yang terakhir, Hanindhito Himawan Pramana dan Deny Widyanarko kembali “bersaing” untuk mendapat rekom dari Partai Amanat Nasional.
Pantauan koran ini, Sabtu (8/6) lalu Dhito mendatangi kantor DPD PAN Kabupaten Kediri di Desa Kranggan, Gurah. Didampingi Ketua DPC PDI Perjuangan Murdi Hantoro dan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Dodi Purwanto, dan beberapa struktural lain, bapak dua anak itu resmi mengikuti penjaringan dengan mendaftar.
Dia disambut oleh Ketua DPD PAN Widyo Harsono dan jajaran pengurus. Kepada sejumlah wartawan, Dhito mengaku sengaja datang ke DPD PAN untuk mengembalikan formulir pendaftaran. “Terkait komunikasi dengan PAN, bisa ditanyakan sendiri ke beliau (Ketua DPD PAN Widyo Harsono),” kata Dhito sembari melirik ke arah Harsono.
Lebih jauh Dhito mengaku optimistis PAN akan menggandengnya di pilkada November nanti. Meski demikian, menurutnya penentuan rekomendasi merupakan hak parpol. Mereka berhak memilih kandidat yang mendapat tugas.
Jika Dhito mendaftar pada Sabtu malam lalu, Owner PT Tajimas Grup Deny Widyanarko mengambil formulir pendaftaran pada Jumat (7/6) lalu. Ketua DPD PAN Widyo Harsono menyebut, dengan adanya dua kandidat yang mengikuti penjaringan di partainya, mereka memiliki peluang untuk mendapatkan rekom.
Meski demikian, diakui Harsono jika hubungannya dengan Dhito selama ini baik. “PDI Perjuangan dan PAN juga selalu berkomunikasi,” bebernya sembari menyebut keputusan penentuan rekomendasi merupakan kewenangan dari pusat. Adapun daerah hanya mengusulkan nama.
Harsono menyebut, pihaknya membuka penjaringan bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati (bacawabup). Karenanya, bisa saja Dhito dan Deny sama-sama mendapat rekom dari PAN. “Entah Mas Dhito sebagai cabupnya dan Pak Deny sebagai bacawabupnya atau sebaliknya. Bisa saja. Politik itu dinamis, ya,” beber Harsono.
Untuk diketahui, perebutan rekomendasi parpol antara Dhito dan Deny tidak hanya terjadi di PAN. Keduanya juga sama-sama mengikuti penjaringan di Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Gerindra.
Sebelumnya, Deny dan Dhito juga bersaing untuk mendapat rekom di Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Kamis (6 /6) lalu, DPP Partai Nasdem menjatuhkan rekom kepada Deny.
Terkait rekom Partai Nasdem yang dikantongi oleh Deny, Dhito mengaku tidak mempermasalahkannya. “Artinya demokrasi di Kediri hari ini tidak berjalan secara sepihak. Bahwa ada satu partai yang sudah mengeluarkan rekomendasi,” jelas suami Eriani Annisa itu.
Hanya saja, pemberian rekom Partai Nasdem di pilkada 2024 ini memastikan jika partai besutan Surya Paloh itu tidak lagi berkoalisi dengan PDI Perjuangan. Sebab, rekom partai berlambang Moncong Putih itu hampir dipastikan sudah dipegang Dhito. “Kalau saya bilang bahwa politik itu dinamis. Yang penting itu hubungan personalnya tetap harmonis ya,” paparnya.
Seperti sebelumnya, Dhito menyebut pihaknya merangkul semua partai dan berkomunikasi dengan mereka secara baik-baik. Adapun untuk final rekom, diserahkan ke pimpinan partai. “Artinya, komunikasi kami dengan partai apa saja selama ini baik,” imbuh pria yang mengaku tidak menargetkan persentasi besaran suara tertentu di pilkada tahun ini. Dia menyerahkan kepada warga Kabupaten Kediri.
Terkait kemungkinan dia kembali berpasangan dengan Dewi Mariya Ulfa, Dhito menyebut sejauh ini hubungannya dengan ketua Fatayat Kabupaten Kediri itu baik. Namun, untuk penentuan bacabup akan ditentukan nanti. “Kita lihat dinamika ke depan. Kami juga mempertimbangkan masukan para tokoh agama, masayikh, para alim ulama, gawagis, tokoh masyarakat dan para ketua-ketua partai untuk menentukan wakil bupati," tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah