JP Radar Kediri - Tidak hanya Istana Presiden. Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) juga terdapat rumah dinas untuk kalangan menteri. Jumlahnya mencapai puluhan unit.
Menelusuri jantung IKN tidaklah mudah. Tak hanya karena akses masuk yang terbatas. Medan yang masih berupa tanah menjadi tantangan tersendiri. Mobil yang digunakan pun tak bisa main-main. Setidaknya sekelas Innova, Fortuner, Pajero, dan di atasnya.
Beruntung, kami menggunakan armada mumpuni. Jangan harap bisa masuk-masuk jika tak mengenal daerah sana. Pasalnya, ring satu IKN saja belum nampak rute yang jelas. Betul-betul menguji wawasan si pengemudi.
Beruntung driver kami, Rizal Halit sudah hafal dengan medan di sana. Meski jalurnya berlumpur tetap dilibas dengan mulus. Meliuk-liuk di antara kendaraan dan material proyek.
Seluruh proyek IKN masih on progress. Belum ada yang betul-betul sudah rampung. Namun begitu, kerangka bangunan dengan konstruksi megah terlihat jelas.
Dari sekian banyak bangunan yang sedang dikebut, rumah dinas menteri salah satunya.
Ada puluhan rumah tapak jabatan menteri (RTJM) yang dibangun. Anggarannya juga tidak main-main. Setiap satu bangunan diperkirakan memakan biaya sekitar Rp 14 miliar.
Jika diamati, puluhan rumah tersebut sudah nampak bentuk bangunan dan desainnya. Namun memang belum sepenuhnya rampung. Sekarang diyakini masih berkisar 80 persen.
Nantinya, RTJM ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang. Rumah-rumah tersebut bakal menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Tak hanya itu. Di sana juga tengah disiapkan kolam dan jogging track.
Rumah ini juga akan mengusung teknologi terkini. Seperti akses smart door lock. Pintunya dapat dibuka dengan akses sidik jari.
Meski tak bisa masuk lebih dekat, kami sudah merasa puas. Setidaknya kami bisa menyaksikan langsung proses pembangunan tersebut. Melihat pekerja sedang mengebut merampungkan pekerjaan masing-masing.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah