KEDIRI, JP Radar Kediri - Calon tunggal seperti yang terjadi di pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Kediri 2020 lalu agaknya tidak akan terulang. Hal itu akan terjadi jika Owner Tajimas Group Deny Widyanarko yang kemarin mengantongi rekomendasi dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem), juga bisa mendapat rekom dari beberapa partai lainnya.
Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Kediri Lutfi Mahmudiono yang dikonfirmasi terkait rekom partainya untuk Deny, membenarkannya. “Iya dari DPW (Nasdem Jatim, Red) menurunkan rekomendasi kepada Mas Deny,” kata Lutfi.
Terkait rekomendasi yang diserahkan kemarin siang, menurut Lutfi merupakan kewenangan dari DPW Partai Nasdem. Setelah rekom turun, Lutfi mengaku siap menindaklanjuti keputusan tersebut. “Apapun keputusan DPW, itu yang akan kami jalankan,” terang Lutfi.
Terkait pemilihan calon wakil bupati, menurut Lutfi merupakan kewenangan Deny. Nasdem disebut Lutfi tidak akan mengajukan kandidat dari internal. Sebaliknya, Nasdem akan menjalin komunikasi dengan partai lain untuk bisa berkoalisi.
Dengan perolehan empat kursi legislatif, Nasdem memang belum bisa mengusung sendiri Deny dan pasangannya. Dibutuhkan minimal enam kursi lagi. Sehingga, Nasdem harus menjalin koalisi dengan beberapa partai politik (parpol).
“Yang jelas, kalau mengusung Mas Deny berarti merupakan koalisi,” aku Lutfi.
Sayang, Deny belum bisa dikonfirmasi terkait rekom yang didapatnya dari Nasdem kemarin siang. Saat dihubungi melalui ponselnya kemarin siang, tidak aktif. Meski demikian, sebelumnya Deny menyebut sudah menjalin komunikasi dengan beberapa parpol untuk membentuk koalisi. “Sudah ada beberapa partai,” ungkap Deny enggan memerinci partai apa saja yang didekatinya.
Sebelumnya, selain mengikuti penjaringan di DPD Partai Nasdem, Deny juga mendaftar ke Demokrat. Deny juga berkomunikasi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Jika tiga parpol tersebut sama-sama memberikan rekomendasi kepada Deny, langkahnya untuk maju di pilkada tak terbendung.
Jika Deny masih harus membentuk koalisi, kandidat lain yang sudah mengamankan kursi pencalonan di pilkada Kabupaten Kediri 2024 ini adalah Hanindhito Himawan Pramana. Sebab, dia dipastikan mengantongi rekomendasi dari PDI Perjuangan. Partai berlambang moncong putih itu bisa mengusung kandidat tanpa berkoalisi.
Selebihnya, Dhito juga melakukan komunikasi dengan parpol yang mengusung dirinya di pilkada 2020 lalu. Yakni mendaftar ke Demokrat, PKS, dan juga berkomunikasi dengan PKB dan Gerindra.
Yang terbaru, bupati Kediri itu juga mengikuti penjaringan di DPD PAN Kabupaten Kediri. Ketua DPD PAN Widyo Harsono mengatakan, hingga kemarin baru Dhito yang mengikuti penjaringan di partainya. “Yang ambil formulir Mas Bup (Dhito, Red). Sementara masih itu,” jelas Harsono sembari menyebut Dhito mengambil formulir pada Rabu (5/6) lalu.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah