KEDIRI, JP Radar Kediri- Stadion Gelora Daha Jayati (GDJ) di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan disiapkan untuk menunjang pengembangan kawasan di Bandara Internasional Dhoho Kediri. Stadion berkonsep sport, business, and entertainment (SBE) ini diharapkan mampu menjadi magnet keramaian dan pertumbuhan ekonomi di sana.
Sebab, stadion yang dibangun di lahan seluas 106.804 meter persegi itu tidak hanya menampung event olahraga saja. Tetapi dapat juga dimanfaatkan untuk kegiatan termasuk bisnis. Alasan itulah yang membuat Pemkab Kediri akan menggenjot pembangunan stadion dengan luas bangunan 11.220 meter persegi itu segera terealisasi.
Rencananya, Kementerian Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akan melakukan lelang pada Agustus nanti. Saat ini, Pemkab Kediri sedang menunggu review dari Kementerian PUPR terkait detail engineering design (DED).
“DED dari kami sudah rampung. Ini tinggal menunggu review dari Kementerian PUPR,” terang Irwan Chandra Wahyu Purnama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri.
Dia menyebutkan, dokumen administrasi yang diminta kementerian sudah siap semua. Selain itu, semuanya juga sudah dipegang Kementerian PUPR. Karena itu, selain menunggu proses lelang juga menanti undangan terkait proses review DED. “Belum ada undangan untuk review DED,” jelas Irwan.
Untuk diketahui, proyek multiyears ditargetkan rampung 2025. Meski sempat terhenti lama, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memastikan proyek yang ditujukan untuk mengembangkan wilayah barat sungai itu tidak akan mangkrak.
Adapun anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan Stadion GDJ tahap II ini mencapai Rp 303 miliar. Sebelumnya, di tahap I menelan Rp 150 miliar. Total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 450 miliar.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah