Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Panen Cabai di Sekolah Peduli Inflasi, Pj Wali Kota Kediri Kunjungi Urban Farming di SMPN 4 Kota Kediri

Ayu Ismawati • Selasa, 4 Juni 2024 | 16:37 WIB
KENDALIKAN INFLASI: Kepala KPwBI Kediri M. Choirur Rofiq (kanan), Pj Wali Kota Kediri Zanariah (2 dari kanan) dan Kadisdik M. Anang Kurniawan (kiri) memanen cabai di di SMPN 4 Kota Kediri kemarin.
KENDALIKAN INFLASI: Kepala KPwBI Kediri M. Choirur Rofiq (kanan), Pj Wali Kota Kediri Zanariah (2 dari kanan) dan Kadisdik M. Anang Kurniawan (kiri) memanen cabai di di SMPN 4 Kota Kediri kemarin.

KEDIRI, JP Radar Kediri — Berbagai pihak bisa aktif mengendalikan inflasi. Hal itu pula yang ditegaskan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri saat mengunjungi SMP Negeri 4 Kota Kediri kemarin. Penjabat (Pj) Wali Kota Kediri Zanariah, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kediri Moch. Choirur Rofiq, dan jajaran tim TPID Kota Kediri kemarin meninjau implementasi Sekolah Peduli Inflasi di sana.

Datang dengan mengendarai sepeda, Zanariah dipandu oleh siswa-siswi anggota Pokja Adiwiyata sekolah. Di sana, dia meninjau penerapan urban farming sebagai bentuk implementasi program Sekolah Peduli Inflasi yang digagas BI Kediri bersama Pemkot Kediri.

“Inflasi tidak hanya beban kerja pemerintah kota. Tetapi semua lapisan masyarakat. Sekarang BI bersama Pemkot Kediri mengajak anak-anak sekolah untuk bercocok tanam,” ujarnya.

Selain meninjau kegiatan urban farming di halaman belakang sekolah, Zanariah dan pelajar di sana juga menanam dan memanen beberapa hasil kebun. Di antaranya terong dan cabai. Kepada anak-anak, perempuan dengan rambut sebahu itu berpesan agar mereka bisa mengolah kembali hasil panen.

Salah satunya dengan menyemai kembali biji dari cabai maupun tomat yang sudah dipanen. Lewat cara seperti ini, dia berharap bisa menambah pemahaman anak tentang bagaimana merawat tanaman produktif.

“Anak-anak jadi paham bahwa yang mereka pelajari harus dipraktikkan dan tahu bagaimana dampaknya kepada perekonomian di Kota Kediri. Harus pelan-pelan diberi wawasan tentang cara bercocok tanam,” tandasnya sembari menyebut, monitoring tetap harus dilaksanakan untuk menjamin anak-anak betul terlibat dalam upaya pengendalian inflasi daerah itu.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kediri Moch. Choirur Rofiq mengatakan, Kediri merupakan salah satu kota yang inflasinya dihitung. Sektor pangan termasuk salah satu penyumbang inflasi.

“Kami ingin mendidik bahwa dengan lahan terbatas, kita bisa melakukan urban farming. Jadi kami didik siswa agar peduli inflasi dengan menanam cabai atau tomat di lingkungan sekolah. Kalau perlu di lingkungan rumah juga,” ujarnya sembari menyebut, dengan itu kebutuhan bisa terpenuhi dari lingkup rumah tangga sendiri.

Melalui Sekolah Peduli Inflasi, diharapkan masyarakat umum—termasuk pelajar—bisa lebih peduli dengan ancaman inflasi. Salah satunya diwujukan dengan memanfaatkan lahan yang ada untuk membudidayakan komoditas pangan penyumbang inflasi.

“Tentunya dengan Sekolah Peduli Inflasi dan kita adakan lomba, kita ingin memotivasi anak-anak bahwa ini ada kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi atau dengan perekonomian yang ada,” tandasnya.

Terpisah, Kepala SMPN 4 Kota Kediri Yayuk Sadiyastutik Cahyaningsih menambahkan, kebun sekolah di sana sudah diterapkan sejak beberapa tahun sebelumnya. Kegiatan itu terintegrasi dalam projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) Kurikulum Merdeka. Dengan begitu, siswa dari setiap kelas memiliki porsi masing-masing dalam menanam sayur di lahan seluas 1 hektare tersebut.  

“Karena dari P5 ada tema kewirausahaan, maka anak-anak tetap menjual hasil panennya. Saat ini anak-anak kami arahkan untuk menjual hasil panen kepada bapak/ibu guru,” ujarnya.

Tak hanya komoditas penyumbang inflasi seperti cabai dan tomat saja, tanaman di sana juga mencakup berbagai sayuran lainnya. Seperti kembang kol, terong, ketela, kacang tanah, dan labu air.

“Kami berharap anak-anak paham betul ruang sekecil apapun bisa dipergunakan. Nanti, tugas ke depan, di setiap rumah, anak harus menanam minimal satu pohon yang berproduksi. Boleh terong, cabai, apa saja terserah anak,” tandasnya. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#pemkot kediri #BI Kediri #urban farming #inflasi #PJ Wali Kota Kediri