Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jelang Kurban, Pemkot Kediri Perketat Hewan Ternak yang Masuk dari Luar Jatim

Ayu Ismawati • Minggu, 2 Juni 2024 | 16:31 WIB
PERIKSA: Petugas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri memantau kondisi hewan kurban di Pasar Muning.
PERIKSA: Petugas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri memantau kondisi hewan kurban di Pasar Muning.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Kegiatan jual-beli ternak jelang Hari Raya Idul Adha mulai marak di sentra penjualan hewan kurban. Salah satunya di Pasar Hewan Muning, Kelurahan Bandarkidul, Mojoroto.

Dalam sekali beroperasi, pasar hewan satu-satunya di Kota Kediri itu bisa menampung ribuan ternak. Mulai dari dari kambing, domba, hingga sapi.

Direktur Utama Perusahaan Daerah (Perumda) Pasar Jayabaya Djauhari Lutfi mengatakan, Pasar Hewan Muning beroperasi setiap wage dan pahing. Hewan-hewan ternak di sana pun banyak didatangkan dari daerah-daerah di luar Kota Kediri.

"Kebanyakan masih dari Karesidenan Kediri yang mem-back up. Seperti di wilayah sekitar pasar hewan seperti Gringging dan Ngadiluwih. Dan pembeli juga kebanyakan dari dalam kota dan beberapa wilayah sekitar sini," ujarnya.

Rata-rata dalam sekali beroperasi, sirkulasi ternak bisa mencapai ribuan. Di antaranya, 1.000 ekor untuk kambing dan domba, serta 500 ekor sapi. Lutfi mengatakan, supply ternak dari daerah sekitar Kota Kediri itu dinilai sudah mencukupi kebutuhan dalam kota.

Sementara itu, untuk mencegah penyebaran penyakit menular pada ternak, pemantauan juga dilakukan. Beberapa penyakit menular yang diantisipasi antara lain penyakit mulut dan kuku (PMK) dan lumpy skin disease (LSD) atau cacar sapi. Pun dengan penyakit zoonosis seperti antraks.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri Moh. Ridwan mengatakan, ternak yang didatangkan dari kabupaten dan kota lain di Jawa Timur masih ditoleransi. Salah satunya melalui pemantauan di tempat penjualan hewan kurban.

“Selama dari kabupaten dan kota di Jawa Timur, kami sudah cukup dengan melakukan pemantauan di lapangan,” ujarnya.

Berbeda dengan ternak yang didatangkan dari luar provinsi. Menurut Ridwan, ternak yang didatangkan dari luar provinsi harus disertai dengan surat keterangan kesehatan hewan dari dinas setempat.

“Intinya dalam kaidah kewaspadaan penyakit menular, kami tetap melakukan pemantauan di lapangan,” tandasnya sembari menyebut, pemantauan juga dilakukan di lapak penjualan hewan kurban kaki lima.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri di Pasar Hewan Muning, masih ditemui beberapa hewan kurban yang sakit ringan. Di antaranya tanduk patah dan cacat fisik. Pun dengan sapi yang usianya terlalu muda untuk dikurbankan.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#lebaran haji #idul adha #hewan kurban #pasar #ternak