Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Penjualan Hewan Kurban di Kota Kediri Sepi Pembeli

Ayu Ismawati • Jumat, 31 Mei 2024 | 17:55 WIB
AYO NAIK: Pedagang Pasar Hewan Muning, Kelurahan Bandar Kidul membawa kambing ke atas keranjang motor.
AYO NAIK: Pedagang Pasar Hewan Muning, Kelurahan Bandar Kidul membawa kambing ke atas keranjang motor.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah semakin dekat. Sentra penjualan hewan ternak di Pasar Hewan Muning, Kelurahan Bandar Kidul, Mojoroto belum begitu menggairahkan. Kemarin, pedagang hewan di sana mengeluh sepinya penjualan.   

Ahmad Turi, 46, pedagang Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, mengatakan, rata-rata penjualan kambing di pasar hewan bisa mencapai 20 ekor. "Sekarang sepi. Bawa 15 ekor saja belum ada yang laku," keluhnya.

Idealnya, jelang Idul Adha seperti saat ini, penjualan kambing untuk kurban mulai ramai. Penurunan penjualan itu juga terjadi untuk pengiriman ke luar daerah. Akibatnya, stok ratusan kambing yang didatangkan dari beberapa daerah seperti Malang dan Trenggalek harus tertahan di Kediri.

"Masih seret sekali. Tidak sebanyak tahun sebelumnya,” ucapnya. Pelanggannya di Kalimantan juga belum ada permintaan. Masih sangat sepi. Dia menduga, menurunnya permintaan itu disebabkan karena saat ini berbarengan dengan pendaftaran sekolah. Jadi kebutuhan pembeli lebih banyak untuk bayar sekolah. 

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri M. Ridwan mengatakan, pihaknya mulai melakukan pemantauan terhadap penjualan hewan kurban di pasar. Tujuannya untuk mengantisipasi penyakit menular pada hewan ternak jelang Idul Adha.

"Secara umum hewan ternak yang ada di pasar hewan ini rata-rata dalam kondisi sehat. Masalah kesehatan yang ditemukan masih ringan seperti infeksi. Tapi kalau penyakit menular sampai hari ini kami belum mendapatkan informasi," ujar Ridwan ditemui di Pasar Hewan Muning kemarin.

Adapun beberapa penyakit menular yang diantisipasi antara lain LSD dan penyakit mulut dan kuku (PMK). Hingga saat ini, kedua penyakit itu tidak ditemukan. Semua penyakit itu nihil. “Kami juga melakukan pembinaan dan pemantauan di lapangan untuk antisipasi penyakit tersebut," tandasnya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#pedagang #idul adha #ekonomi #hewan kurban #dkpp