KEDIRI, JP Radar Kediri - Delapan tahun silam, Pemkot Kediri getol membangun marka sepeda di jalan utama Kota Kediri. Butuh biaya ratusan juta rupiah untuk membangun akses khusus pesepeda tersebut. Kini, kondisinya semakin memprihatinkan. Selain catnya yang semakin pudar, fungsinya pun sudah beralih menjadi tempat untuk pedagang kaki lima (PKL) berjualan.
Marka sepeda yang mulai tergerus itu salah satunya berada di Jalan Jaksa Agung di Kelurahan/Kecamatan Mojoroto. Hampir setiap hari, sepanjang jalan tersebut selalu padat. Saat pagi, ramai bocah sekolah dan pegawai kantor. Dan di malam hari, hampir tidak pernah sepi pengunjung yang menikmati wisata kuliner jajanan pasar.
Pemandangan puluhan lapak pedagang kaki lima yang berjualan di marka sepeda itu tampak biasa. Selain digunakan untuk meletakan gerobak, ada pula yang memanfaatkannya untuk parkir mobil dan motor. Sehingga tidak menyisakan ruas untuk pesepeda. Padahal jalur sepeda di sana hanya memiliki panjang 860 meter saja.
Dita, 31, perempuan asal Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto terpaksa keluar marka berwarna hijau saat mengayuh sepeda di Jalan Jaksa Agung, Kelurahan/Kecamatan Mojoroto. Dia terpaksa mengalah. Karena gerobaknya terlalu banyak.
“Ya sangat terganggu,” keluh Dita saat ditemui usai bersepeda pada Senin (27/5) lalu. Dia berharap, pedagang yang gerobaknya menyerobot jalur sepeda bisa ditertibkan. Selain tidak mengganggu pesepeda, juga bisa menjadikan wajah perkotaan menjadi lebih cantik.
Apalagi di Kota Kediri marka jalan untuk sepeda terbilang cukup banyak. Data yang dihimpun koran ini, jumlahnya ada 12 jalur. Lokasinya tersebar di beberapa titik. Dengan panjang jalan mencapai 9.455 meter. Dari jumlah tersebut ada satu jalur yang terhapus karena proyek overlay aspal saat dua tahun lalu. Lokasinya berada di Jl. Hasanudin dengan panjang 58 meter.
Sekarang, jumlah jalur sepeda di Kota Kediri hanya tersisa 11 jalur dengan panjang seluruhnya 8.875 meter. Meski terbilang masih banyak, kondisinya kini semakin memprihatinkan. Catnya banyak yang sudahi pudar. Bahkan di beberapa spot hilang.
Salah satu cat marka yang hilang itu ada di Jalan Basuki Rahmat. Warna hijaunya sudah terhapus dan menyisakan gambar sepeda warna putih yang juga tak lagi utuh.
Kepala Bidang Manajemen Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Kediri, Yoga Nofinta Eka mengatakan jalur sepeda yang ada di Kota Kediri sudah masuk waktu pemeliharaan. “Jalur sepeda ini dari 2016. Memang harus ada perbaikan,” ucap Yoga. Sayangnya, tahun ini belum ada rencana untuk melakukan rehabilitasi dan revitalisasi marka jalan khusus sepeda tersebut.
Menanggapi adanya penggunaan jalur sepeda untuk lahan parkir dan tempat gerobak PKL. Yoga menjelaskan, jalur sepeda bukanlah jalur khusus yang harus steril. Hal berdasarkan dari markanya yang berwarna hijau. “Jalur khusus (harus steril, Red) itu adalah marka warna merah,” ucapnya.
Meski begitu, Yoga berharap masyarakat Kota Kediri bisa saling berbagi rasa dengan pengguna jalur sepeda. Karena bagaimanapun juga, jalur sepeda diperuntukkan bagi pengguna sepeda
Terpisah, Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban (Kabid Trantib) Satpol PP Kota Kediri Agus Dwi Ratmoko mengungkapkan, aturan yang berkaitan dengan penggunaan jalur sepeda merupakan kewenangan dari dinas perhubungan (dishub). Pihaknya hanya membantu ketika dibutuhkan untuk penertiban, seperti PKL atau parkir liar.
Dia memahami, kondisi di sekitaran area tersebut merupakan area perkantoran dan sekolah. Sehingga kebanyakan jalur sepeda di sana kerap dipakai untuk parkir dan berjualan PKL. “Di sepanjang Jalan Veteran juga ada jalur sepeda. Di sana dimanfaatkan juga untuk parkir. Ini menjadi dilema,” jelas pria yang biasa disapa Agus tersebut.
Pengamanan dan pengawalan Satpol PP saat ini difokuskan untuk menertibkan PKL dan parkir liar di jalan yang kawasan tertib lalu lintas. Tindakan tersebut didasarkan pada Perwali Kota Kediri No 37/2015 mengenai Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima.
“Kalau ada PKL terlalu menjorok ya kami tertibkan untuk geser ke pinggir jalan. Tapi alhamdulillah untuk di Jalan Diponegoro sama Jalan Basuki Rahmat, PKLnya di bahu jalan sudah tidak ada,” tutup Agus.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah