JP Radar Kediri - Puluhan ribu bidang tanah di Kabupaten Kediri yang belum bersertifikat di Bumi Panjalu jadi perhatian khusus Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.
Orang nomor satu di Pemkab Kediri ini menggelontor dana belasan miliar selama tiga tahun berturut-turut. Tujuannya agar aset milik masyarakat itu terlindungi dan memiliki kepastian hukum melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).
Bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kediri, anggaran lewat dana hibah pola trijuang itu digelontor secara bertahap. Tahun 2023 lalu, Mas Dhito mengalokasikan Rp 4,5 miliar untuk menerbitkan sertifikat bagi puluhan ribu bidang tanah warga. Sedangkan tahun ini kembali dialokasikan Rp 5 miliar untuk program yang sama.
“Tahun depan akan kami alokasikan lagi agar PTSL bisa tuntas tahun 2025 nanti,” kata Mas Dhito di sela-sela menyerahkan sertifikat tanah program PTSL 2023 di Balai Desa Panjer, Plosoklaten (20/5).
Pemimpin berusia 31 tahun itu memantau progress PTSL setiap tahunnya. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan tanah-tanah warga yang selama ini belum bersertifikat, bisa mengikuti program tersebut.
Tidak hanya diringankan dari segi biaya, pengurusan sertifikat tanah lewat PTSL yang merupakan program nasional ini juga lebih mudah dan cepat. Karenanya, Mas Dhito berharap masyarakat memanfaatkan program tersebut.
“PTSL ini harus didorong terus agar cepat tuntas. Sehingga, semua warga di Kabupaten Kediri memiliki jaminan kepastian hukum atas hak kepemilikan tanahnya,” lanjut Mas Dhito sembari menyebut sertifikat tanah juga memberi perlindungan hukum terhadap aset warga. Sehingga, tidak akan diserobot atau beralih ke pihak lain.
Melihat urgensi PTSL itulah, Mas Dhito menjadikan program ini sebagai prioritas. Dia akan berupaya keras agar ratusan ribu bidang tanah di Kabupaten Kediri yang belum bersertifikat bisa tuntas tahun depan.
Di depan para penerima sertifikat PTSL, Mas Dhito juga mewanti-wanti agar bukti hak kepemilikan tanah itu tidak diserahkan kepada rentenir sebagai jaminan utang.
“Jika warga membutuhkan dana sebagai modal usaha, bisa menjaminkan sertifikat ke Bank Daerah Kabupaten Kediri yang suku bunganya rendah. Jangan sampai meminjam uang ke rentenir,” pesan bapak dua anak itu.
BPN Apresiasi Perhatian Mas Bup kepada Warganya
Bekerja sama menuntaskan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dengan Pemkab Kediri, Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Kediri mengapresiasi komitmen Bupati Hanindhito Himawan Pramana untuk segera menuntaskan sertifikasi tanah warganya. Kepala BPN Kabupaten Kediri La Ode Asrafil menyebut, perhatian pemimpin muda untuk warganya sangat besar.
“Perhatian beliau terhadap masyarakat sangat luar biasa. Dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten lain di Indonesia, hampir tidak ada yang sama seperti Kabupaten Kediri,” ungkap pria yang akrab disapa Asrafil itu.
BPN, jelas Asrafil juga mengapresiasi komitmen Mas Dhito untuk mengalokasikan anggaran hibah percepatan sertifikat tanah di Kabupaten Kediri. Asrafil mengaku senang karena Pemkab Kediri dan BPN Kabupaten Kediri memiliki pandangan yang sama untuk menuntaskan PTSL tahun depan. Dengan demikian, ratusan ribu warga pemilik tanah yang belum bersertifikat bisa diringankan bebannya.
Untuk diketahui, di Desa Panjer, Plosoklaten saja total ada 600 bidang tanah yang tersertifikat lewat PTSL. Warga yang menghadiri pembagian sertifikat tanah di balai desa minggu lalu terlihat berbinar bahagia. Beberapa kali, warga dari berbagai kelompok usia itu mengucapkan terima kasih kepada Mas Dhito karena sudah membantu penyertifikatan tanah mereka. “Matur nuwun nggih, Mas Bup,” ungkap Sutiyah, 64, salah satu warga setelah menerima sertifikat tanahnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah