KEDIRI, JP Radar Kediri — Kesehatan ratusan jemaah haji Kota Kediri saat di Tanah Suci nanti akan tetap dipantau secara berkala. Pemkot Kediri menerjunkan dua perawat dan dua dokter untuk mendampingi mereka. Empat tenaga medis tersebut akan melekat atau mengikuti semua kegiatan jemaah.
Untuk diketahui, sebanyak 304 jemaah haji Kota Kediri akan diberangkatkan dari Aula Al Muktamar Lirboyo pada 31 Mei. Kemarin, pemkot melepas ratusan jemaah itu di ruang Jayabaya Balai Kota Kediri.
“Ada petugas kesehatan yang sudah disiapkan dari Kemenag. Dan dari kami, dinkes juga akan support vitamin serta obat-obatan. Sehingga fasilitas kesehatan jemaah nanti tetap terpenuhi,” ungkap Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Kediri M. Ferry Djatmiko yang kemarin mewakili Pj Wali Kota Kediri Zanariah.
Di depan ratusan jemaah, pria yang akrab disapa Ferry itu meminta agar mereka menjaga kesehatan saat mengikuti ritual haji di Tanah Suci. “Karena ini ibadah fisik, jadi harus dijaga kesehatan dan staminanya. Dan jemaah kami harapkan tetap dalam rombongan. Tidak sendiri-sendiri selama di Tanah Suci,” pesannya.
Usia dari ratusan jemaah tersebut memang beragam. Adalah Sahir, 85, asal Kelurahan Banjaran, Kota Kediri yang menjadi jemaah tertua. Sedangkan Salaman, 18, asal Kelurahan Lirboyo, Mojoroto merupakan jemaah termuda.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri Moh. Qayyim mengatakan, rata-rata masa tunggu jemaah yang berangkat tahun ini mencapai 12 tahun.
Tak ayal, banyak pula ditemui jemaah dengan usia lanjut. Untuk menjamin jemaah mendapat pendampingan kesehatan, beberapa petugas kesehatan akan diterjunkan. Dari daerah ada tiga orang tim kesehatan dari PPIH Kota Kediri. Yakni, satu dokter dan dua perawat. Kemudian, ada pula petugas kloter resmi dari negara tiga orang plus satu petugas kloter. “Jadi semua jemaah akan dilayani tujuh orang (tenaga kesehatan, Red),” tandasnya.
Sementara itu, jemaah haji cadangan asal Kabupaten Kediri yang berangkat lebih dulu kembali bertambah. Kepala Kantor Kementerian Agama (kemenag) Kabupaten Kediri Achmad Faiz menyebut Siti Masringatoen, 71, asal Dusun/Desa Karanganyar, Kecamatan Wates berangkat ke Tanah Suci pada Sabtu (25/5) lalu.
Dia bertolak lebih awal karena menggantikan jemaah asal kloter 49 Kabupaten Bondowoso. “Ada tambahan satu orang (jemaah) lagi yang ikut (rombongan) Bondowoso. Total ada empat jemaah, dengan yang sebelumnya berangkat minggu lalu,” terang laki-laki yang akrab disapa Faiz itu.
Di luar keberangkatan awal jemaah cadangan itu, menurut Faiz pihaknya tengah mempersiapkan keberangkatan 1.110 jemaah pada 31 Mei nanti. Faiz memastikan hingga kemarin belum ada perubahan data. Tidak ada jemaah yang sakit atau meninggal dunia. “Secara umum kondisi jemaah sehat,” tegasnya sembari menyebut jemaah yang tergabung di kloter 73, 734, 75, dan 76 itu siap berangkat ke Tanah Suci akhir Mei.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah