Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kediri Selatan Masuk Musim Kemarau Lebih Awal

Ayu Ismawati • Senin, 27 Mei 2024 | 18:37 WIB
TERIK: Seorang pengendara motor melintas di areal persawahan Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto. Musim kemarau lebih awal terjadi di lima kecamatan di wilayah Kediri Selatan.
TERIK: Seorang pengendara motor melintas di areal persawahan Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto. Musim kemarau lebih awal terjadi di lima kecamatan di wilayah Kediri Selatan.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Sebagian wilayah Kediri Raya sudah memasuki musim kemarau. Wilayah Kediri bagian selatan menjadi daerah paling awal yang mengalami kemarau. Lokasinya berada di Kecamatan Ngadiluwih, Kras, Ringinrejo, dan Kandat.

Forecaster Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho BMKG Kediri Muhammad Alfiansyah Pradana mengatakan, secara umum, awal musim kemarau di Kediri Raya ini mulai terjadi pada April dasarian tiga hingga Juni dasarian satu. “Wilayahnya (yang masuk musim kemarau, Red) tersebar di masing-masing zona musim,” ujar pria yang akrab disapa Dana itu.

Dia mengatakan, ada lima zona pemetaan di Kediri Raya. Berdasarkan pembagiannya, wilayah Kabupaten Kediri bagian selatan menjadi yang paling awal memasuki musim kemarau. Sedangkan yang paling terakhir atau telat memasuki musim kemarau itu ada di sekitar Kecamatan Semen dan Kecamatan Mojo.

“Termasuk Kabupaten Kediri bagian timur, di kawasan lereng Gunung Kelud,” sambungnya sembari menyebut, perkiraan puncak kemarau di kawasan Gunung Kelud baru terjadi Juni dasarian satu.

Saat masuk musim kemarau, BMKG mengingatkan agar masyarakat lebih waspada bencana akibat kemarau. Terutama kebakaran hutan dan kekeringan. Peringatan tersebut sebagai upaya agar masyarakat bisa lebih siap menghadapinya. 

Beberapa wilayah di Kota Kediri yang memiliki tingkat kekeringan di bawah normal meliputi seluruh Kecamatan Pesantren dan sebagian besar Kecamatan Mojoroto. Adapun di wilayah Kabupaten Kediri, beberapa wilayah yang rawan kekeringan berada di Kecamatan Badas, Gurah, Kandangan, dan Kandat.

“Yang lainnya adalah kebakaran hutan dan lahan yang kerap kali disebabkan aktivitas manusia. Seperti membuang puntung rokok sembarangan,” ungkapnya. 

Dana memprediksi, puncak kemarau di Kabupaten Kediri diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September mendatang. “Sedangkan di Kota Kediri, puncaknya diprediksi terjadi pada September,” pungkasnya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kras #kekeringan #kediri #cuaca #ngadiluwih kediri #musim kemarau