KEDIRI, JP Radar Kediri - Ratusan bidang lahan yang terdampak Tol Kediri-Tulungagung (Ki Agung) di-deadline mengosongkan bangunannya pada Sabtu (25/5).
Namun, hingga batas akhir tersebut ternyata ada tiga bangunan yang baru mulai dibongkar.
Sebelumnya, Tim Pengadaan Tanah (TPT) Jalan Tol Kediri-Tulungagung dari Kemeterian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah melayangkan surat perintah pengosongan lahan. Itu terhitung mulai 24 April hingga 25 Mei 2024.
Ternyata, di hari terakhir kemarin kegiatan pembongkaran masih berlangsung.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, kegiatan pembongkaran salah satunya nampak di area perkampungan.
Menurut Saiful, warga terdampak rata-rata hanya mengosongkan rumah dan mengambil sebagian kecil dari bangunan yang bisa dipakai kembali. Seperti genting, pintu, dan jendela.
“Apalagi yang rumahnya cuma kena separo itu harus dibongkar sendiri yang punya. Dipotong sendiri sama yang punya. Takutnya kalau nanti sudah ada bulldozer malah kena semua,” tambahnya.
Selain beberapa warga yang masih melanjutkan pembongkaran, sejumlah warga justru nampak baru memulai membongkar. Seperti halnya yang berada di Jl Jaksa Agung. Pembongkaran atap baru dilakukan. Khususnya di ruko-ruko yang difungsikan sebagai bengkel hingga tempat makan.
Sebelumnya, material sisa pembongkaran bangunan juga banyak dimanfaatkan masyarakat umum. Khususnya di rumah yang memang sudah ditinggalkan oleh pemiliknya. Beberapa material seperti besi dan kabel diburu oleh warga untuk dijual kembali.
Sementara itu, Ketua TPT Jalan Tol Kediri-Tulungagung Linanda Krisni Susanti mengatakan, surat perintah pengosongan gelombang pertama di Kelurahan Mojoroto ditujukan untuk 150 bidang tanah.
Padahal, di sana total ada 294 bidang terdampak tol akses Bandara Dhoho. Surat perintah pengosongan itu ditujukan untuk bidang-bidang yang paling awal dibebaskan.
Adapun surat perintah pengosongan pertama di Kelurahan Mojoroto itu ditujukan untuk warga yang mendapat pembayaran di tahap 1 – 7.
Hal tersebut mempertimbangkan jeda waktu yang cukup dari pembayaran hingga dilayangkannya surat perintah pengosongan.
“Kami menunggu kontraktor masuk,” ujar perempuan yang akrab disapa Nanda itu terkait tindak lanjut tenggat akhir pengosongan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah