Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hari Raya Waisak di Kediri, Umat Buddha Ajak Perkokoh Persatuan dalam Keberagaman

Ayu Ismawati • Jumat, 24 Mei 2024 | 18:34 WIB

RAYAKAN WAISAK: Umat Budha saat berada di Vihara Jayasaccako Kediri kemarin malam. Ajak puluhan umat perkokoh persatuan dalam keberagaman.
RAYAKAN WAISAK: Umat Budha saat berada di Vihara Jayasaccako Kediri kemarin malam. Ajak puluhan umat perkokoh persatuan dalam keberagaman.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Umat Buddha bersukacita merayakan Tri Suci Waisak di Vihara Jayasaccako Kamis malam (23/5).

Berbeda dari tahun sebelumnya, detik-detik Waisak 2568 Buddhist Era (BE) tahun ini jatuh pukul 20.54.42 WIB. Beberapa jam sebelum ritual ibadah dimulai, umat Vihara Jayasaccako melakukan serangkaian persiapan, kemarin sore. 

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, salah satu persiapannya adalah menata persembahan di area altar. Mulai dari lilin, dupa, buah-buahan, hingga bunga dan air.

Di depan altar, umat juga menata alas tempat duduk dan kitab Paritta Suci untuk ritual Puja Bakti. Persiapannya dibantu oleh simpatisan vihara yang ikut membersihkan tempat ibadah.

“Nanti (tadi malam, Red) ada sekitar 60 umat yang hadir,” ucap Petugas Administrasi Vihara Jayasaccako, Febbi Yuda Chrisbiantoro.

Menurutnya, umat ikut waisak di Vihara Jayasaccako rata-rata hanya berasal dari wilayah Kediri dan sekitarnya. Seperti dari Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Nganjuk.

"Paling jauh dari Nganjuk. Karena kalau kota lain juga ada vihara. Seperti di Blitar dan Surabaya itu sudah punya vihara sendiri,” lanjutnya.

Adapun rangkaian ibadah kemarin dimulai pukul 18.00. Hari peringatan tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha Gautama dimulai dengan pembacaan doa terlebih dahulu. 

“Untuk Puja Bakti dipimpin Romo Daniel Chriestanto,” sambungnya.

Setelah ibadah Puja Bakti itu, kemudian dilanjutkan dengan ritual pradaksina. Dalam pradaksina itu, umat akan berjalan mengelilingi vihara searah jarum jam sebanyak tiga kali.

Setelah itu, umat melanjutkan ritual dengan bermeditasi hingga detik-detik Waisak dilaksanakan pada pukul 20.54. 

Febbi mengatakan, rangkaian ibadah itu juga dihadiri oleh Samanera Nyanarato yang juga menyampaikan pesan waisak kepada umat. Dia juga menerangkan, secara khusus pesan-pesan persatuan juga disampaikan kepada umat.

Tahun ini, umat diajak untuk memperkokoh persatuan dalam keberagaman. Yakni menerapkan nilai-nilai moderasi beragama di momen suci itu.

“Tema tiap tahun itu temanya pasti berganti. Sekarang, momennya moderasi beragama dan merefleksikannya,” tandasnya. 

Harapannya, tidak hanya persatuan umat saja yang dibangun. Melainkan antar-umat beragama juga diharapkan bisa tercapai persatuan. Sehari sebelumnya, umat juga melakukan pembersihan terhadap patung Buddha di Vihara Jayasaccako. Beberapa patung dimandikan dengan air dan bunga dalam menyambut Hari Raya Waisak tahun ini.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #kediri #Tri Suci Waisak #waisak #budha #jawa pos #vihara