KEDIRI, JP Radar Kediri - Flushing atau pladu yang dilaksanakan pada Rabu (22/5) lalu menyebabkan pekerjaan Jembatan Jongbiru terganggu. Sebab, pencari ikan yang berburu ikan mabuk di sekitar jembatan sangat ramai. Hal itu memaksa pekerjaan fisik harus dikurangi intensitasnya.
Pelaksana Lapangan Pembangunan Jembatan Jongbiru Anugerah Dwi Pamungkas mengatakan, kendala bukan karena debit airnya tetapi karena animo masyarakat mencari ikan sangat tinggi. Warga yang mencari ikan itu sempat mengganggu pekerjaan jembatan.
Saat itu, pekerja harus mengurangi intensitas pemasangan bentang jembatan penghubung kabupaten dengan kota. “Sempat mengganggu pekerjaan, karena berbahaya bila ada material proyek yang jatuh,” terang laki-laki yang akrab disapa Pamungkas itu.
Pamungkas menjelaskan, bahwa jika pengerjaan jembatan tidak dikurangi intensitasnya maka bisa membahayakan warga yang ada di bawah jembatan. Material proyek ukurannya besar-besar. Sehingga berbahaya bagi warga yang berada di bawah jembatan. “Jadi kami harus mengurangi intensitas pemasangan,” terangnya.
Pamungkas mengatakan, sebelumnya, pihaknya sudah memberikan larangan agar masyarakat tidak mencari ikan di sekitar proyek. Namun faktanya, warga tetap nekat berburu di dekat jembatan dan tidak mengindahkan imbauan dari pihak proyek.
“Kami sudah melarang tapi mau bagaimana? warga tampak antusias mencari ikan,” ungkapnya.
Pamungkas juga menjelaskan, saat pladu, debit air sempat naik dan membasahi area proyek. Walau demikian, hal itu tidak mengganggu pembangunan.
“Karena air naik pada malam hari, saat subuh sudah turun. Jadi aman,” terangnya, sembari menyebut tidak ada fasilitas proyek yang rusak.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah