KEDIRI, JP Radar Kediri - Jelang pembukaan rute penerbangan Kediri-Balikpapan pada Kamis (6/6) nanti, Super Air Jet membahas persiapan operasional di Pemkab Kediri, Rabu (20/5).
Rute yang jadi pintu masuk ke Ibu Kota Nusantara (IKN) itu jadi acuan untuk mengetes pasar Kediri. Jika animonya tinggi, mereka akan membuka rute lainnya secara bertahap.
Untuk diketahui, rapat membahas detail persiapan penerbangan perdana Super Air Jet pada 6 Juni nanti. Seperti halnya penerbangan perdana Citilink pada awal April lalu, Pemkab Kediri akan dilibatkan secara penuh.
Teknis itulah yang kemarin dibahas bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Kediri hingga Dinas Perhubungan Provinsi Jatim.
Ditemui usai rapat sekitar pukul 12.30 kemarin, Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan, penerbangan Kediri-Balikpapan yang akan dibuka pada 6 Juni nanti sekaligus untuk melihat animo masyarakat di wilayah selatan Jawa Timur.
“Kami lihat dulu seperti apa animonya (wilayah Mataraman, Red) untuk tren penerbangan ke Balikpapan,” kata Danang.
Lebih jauh Danang mengatakan, rute Kediri-Balikpapan dipilih dibuka paling awal dengan beberapa pertimbangan. Salah satunya, penerbangan ke Balikpapan itu bisa jadi pintu masyarakat untuk menuju ke berbagai daerah di sekitarnya.
Jika ternyata animo masyarakat untuk terbang ke Kalimantan Timur itu tinggi, menurutnya Super Air Jet bisa membuka rute penerbangan lain yang izinnya memang sudah dikantongi. Demikian pula Batik Air, maskapai di bawah PT Lion Grup yang juga sudah mengantongi izin terbang di Bandara Dhoho.
Seperti di bandara lain, Danang menegaskan PT Lion Grup membuka rute penerbangan secara bertahap. Di antaranya, dengan melakukan uji coba menggunakan maskapai Low Cost Carrier (LCC) atau penerbangan bertarif rendah. Jika animo tinggi, mereka bisa membuka penerbangan menggunakan maskapai medium, hingga full service.
“Kami kan mau menggenjot tren perjalanan pasca-pandemi lewat LCC dengan konsepnya Super Air Jet dulu karena ini benar-benar baru (baru membuka, Red),” lanjutnya.
Kapan rute penerbangan baru itu akan dibuka? Danang mengaku belum bisa menyebutkan waktunya secara pasti. “Nanti infonya saya sampaikan secara bertahap ya,” janjinya.
Terpisah, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Kediri Sukadi membenarkan tentang materi rapat yang membahas kesiapan rencana penerbangan Super Air Jet. Manajemen maskapai di bawah PT Lion Grup itu menurut Sukadi memaparkan detail penerbangan. Mulai hari hingga jam penerbangan. Demikian juga harga tiket yang berkisar Rp 900 ribu sampai Rp 1,4 juta.
Rapat, kata Sukadi, juga membahas persiapan penerbangan perdana. Seperti halnya Citilink, pesawat Super Air Jet juga akan disambut dengan water salute atau tradisi penyemprotan air dari sisi kanan dan kiri pesawat saat kali pertama mendarat di Kediri.
“Sebelum penerbangan pertama, butuh dukungan dari pemda,” jelasnya.
Dia juga menybebut, bahwa rapat itu membahas terkait teknis kedatangan pesawat.
Seperti diberitakan, penerbangan dari Bandara Dhoho ke Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman di Sepinggan, Balikpapan itu dilakukan setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu.
Pesawat dari Kediri ke Balikpapan dijadwalkan berangkat pukul 14.00 WIB dan tiba di sana pukul 16.30 WITA. Sedangkan penerbangan dari Balikpapan ke Kediri dijadwalkan pukul 12.45 WITA dan tiba di Kediri pukul 13.15 WIB.
Selain mengantongi izin terbang ke Balikpapan, Super Air Jet sudah mengantongi izin rute ke beberapa daerah lainnya dari Kementerian Perhubungan. Yaitu, rute Kediri-Banjarmasin, Kediri-Makassar, Kediri-Bali, dan Kediri-Palembang. Sedangkan Batik Air mengantongi izin rute Kediri-Jakarta, Kediri-Bali, dan Kediri-Palembang.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah