KEDIRI, JP Radar Kediri-Ribuan calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Kediri mengikuti manasik terakhir di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG) kemarin. Di antara ribuan orang tersebut, tiga CJH bisa berangkat lebih dulu. Sebab, jemaah kategori cadangan itu mengisi porsi di kelompok terbang (kloter) luar Kediri.
Kepala Kantor Kementerian Agama (kemenag) Kabupaten Kediri Achmad Faiz menyebutkan, tiga jemaah cadangan itu berangkat pada Sabtu (18/5) lalu. Mereka adalah Jaidi, 83, asal Desa Ngasem, Gurah yang masuk kloter 32 Kabupaten Probolinggo. Kemudian, Amin Taqiyun Subeki, 33, asal Desa/Kecamatan Kayenkidul yang tergabung dengan Kloter 38 Kabupaten Jember. Serta, Karti, 70, warga Desa Duwet, Wates yang masuk kloter 28 Kabupaten Malang.
“Jemaah cadangan ini dari awal memang diminta melunasi tapi sifatnya cadangan. Mereka juga diminta membuat surat pernyataan siap diberangkatkan di kloter manapun dan berangkat kapanpun,” ungkap pria yang akrab disapa Faiz itu sembari menyebut saat ini tiga warga Kediri itu sudah berada di Madinah.
Selain ketiganya, menurut Faiz tidak menutup kemungkinan jumlah jemaah haji tambahan bisa saja bertambah. Terutama, jika ada jemaah dari berbagai daerah di Jatim yang mengundurkan diri atau meninggal dunia. Jemaah cadangan ini berkesempatan menggantikan porsi mereka di kloter lain.
Baca Juga: Warga Panjer Plosoklaten Kabupaten Kediri Terima Sertifikat PTSL, Ini Pesan Bupati Dhito
Untuk diketahui, manasik terakhir kemarin dihadiri oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Di depan para jemaah, bupati muda itu mengimbau agar mereka saling bergandengan saat mengikuti kegiatan di tempat terbuka. Sehingga, tidak terlepas dari rombongan.
“Kalau lepas dari rombongan akan rawan sekali hilang. Semoga tahun ini para jemaah haji bisa saling bergandengan dan saling melihat (peduli) satu sama lainnya,” pesannya.
Lebih jauh pria yang akrab disapa Dhito itu menyebut pemkab akan menyiapkan beberapa bekal kuliner khas Kediri untuk para jemaah haji. Mulai dari sambal pecel, abon, dan beberapa makanan lainnya.
Baca Juga: Penerbangan Rute Kediri-Jakarta di Bandara Dhoho Kediri Jadi Lima Kali Seminggu
“Di sana (Tanah Suci, Red) kecenderungannya kangen atau rindu masak-masakan Indonesia. Makanya kami menyiapkan itu,” tutur Dhito sembari mendoakan keselamatan ribuan jemaah.
Seperti diberitakan, jemaah haji Kabupaten Kediri sebanyak 1.110 orang itu terbagi dalam tiga kloter. Yaitu, kloter 73, kloter 74, dan kloter 75. Selebihnya, ada pula 30 jemaah yang ikut dalam kloter 76. Bergabung dengan jemaah haji Kota Kediri.
Sesuai jadwal, para jemaah akan masuk dalam gelombang kedua. Mereka berangkat ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada 31 Mei nanti. Jemaah rencananya juga akan dilepas oleh Bupati Dhito dan para pejabat forkopimda.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah