KEDIRI, JP Radar Kediri - Sertifikat tanah dari program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) mulai dibagikan ke warga Kabupaten Kediri. Kemarin, giliran warga Desa Panjer, Kecamatan Plosoklaten yang menerima sertifikat tersebut.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana yang hadir pada penyerahan sertifikat tersebut mengimbau kepada warga agar tidak memberikan sertifikat tersebut ke rentenir sebagai jaminan. “Jika ada kebutuhan, bisa diserahkan ke bank daerah,” ucap Dhito di hadapan ratusan warga Desa Panjer, kemarin.
Warga pun mengamini imbauan orang nomor satu tersebut. Seperti yang diutarakan Nurhadi, 71, warga Desa Panjer, Plosoklaten yang ikut menerima sertifikat kemarin. Dia mengaku senang karena momen itu sudah ditunggu sejak lama.
Dia mengaku akan menjadikan sertifikat tanahnya sebagai jaminan bank. “Mau disekolahkan (jadi jaminan bank, Red), uangnya untuk tambah modal ternak ayam,” akunya. Nurhadi mengaku akan membawa sertifikatnya itu ke bank daerah atau bank perkreditan rakyat sesuai dengan arahan bupati.
Sementara itu, Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kediri La Ode Asrafil mengatakan, ada 200 sertifikat yang dibagikan ke warga Desa Panjer, Plosoklaten, kemarin. “Penyerahan dilakukan secara bertahap,” ujar pria yang kerap disapa Asrafil tersebut menjelaskan total ada 600 sertifikat untuk Desa Panjer.
Penyaluran sertifikat di Desa Panjer ini ditargetkan paling lambat minggu depan. Alasan sertifikat itu belum disalurkan semuanya karena tempat untuk penyerahannya terbatas. Tidak bisa menampung semua warga yang menerima.
Selain di Desa Panjer, penyaluran sertifikat juga dilakukan di desa-desa lainnya di Kabupaten Kediri. Bulan ini, ada sekitar 70 ribu sertifikat tanah yang sudah dibagikan kepada masyarakat. Program ini ditarget hingga 2025.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah