KEDIRI, JP Radar Kediri-Alokasi pupuk subsidi yang diterima Kabupaten Kediri tahun ini naik hingga puluhan ribu ton. Namun, kenaikan tersebut agaknya masih belum bisa memenuhi permintaan petani yang tertuang di elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK). Akibatnya, petani masih harus membeli tambahan pupuk non-subsidi untuk bercocok tanam.
Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, tahun 2023 lalu Kabupaten Kediri mendapat alokasi pupuk urea subsidi sebesar 44.367 ton. Kemudian, di awal 2024 mendapat alokasi 21.175 ton, dan April lalu mendapat kucuran tambahan urea subsidi lagi. Sehingga, total ada 36.207 ton pupuk urea yang sudah diterima Bumi Panjalu.
Kenaikan juga terjadi di pupuk NPK. Jika tahun 2023 lalu hanya mendapat 17.084 ton, tahun ini naik dua kali lipat. Yakni, di awal 2024 sebesar 19.042 ton. Kemudian, April lalu kembali digelontor hingga totalnya mencapai 40.698 ton.
Selain dua jenis pupuk subsidi tersebut, Kabupaten Kediri juga mendapat alokasi dua jenis pupuk subsidi yang baru. Yakni, NPK formula dan pupuk organik. Jika tahun 2023 lalu tidak ada alokasi untuk dua jenis itu, tahun ini masing-masing mendapat 7.000 ton dan 6.730 ton.
Pengawas Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) Dispertabun Kabupaten Kediri Slamet mengakui jika jumlah pupuk subsidi yang diterima tahun ini naik signifikan. “Penambahan kuota pupuk subsidi ini karena memang karena banyaknya keluhan petani yang masih merasa kurang alokasi pupuknya,” kata Slamet.
Merespons hal tersebut, Kementerian Pertanian menambah alokasi pupuk subsidi di Indonesia. Termasuk alokasi Jawa Timur dan Kabupaten Kediri. “Penambahan dilakukan seiring dengan waktu tanam,” lanjut Slamet terkait alokasi pupuk yang hingga Mei ini sudah dilakukan dua kali.
Dikatakan Slamet, dibanding beberapa tahun sebelumnya, alokasi pupuk subsidi untuk 2023 lalu memang yang paling rendah. Dia berharap ke depan alokasi pupuk subsidi bisa memenuhi kebutuhan petani.
Lebih jauh Slamet menegaskan, meski ada tambahan kuota hingga puluhan ribu ton,, menurutnya jumlah yang diterima Kabupaten Kediri masih belum sesuai dengan pengajuan pupuk petani. Karena itu pula, Pemkab Kediri juga harus melakukan penyesuaian.
Baca Juga: Gagal di Jalur Independen Pilwali Kota Kediri, Ronny Siswanto Berburu Rekom PAN dan PKS
Dia mencontohkan permintaan pupuk urea yang mencapai 40.135 ton. Namun, alokasi yang didapat dari Pemprov Jatim hingga Mei ini baru mencapai 36.207 ton. Berarti capaiannya baru 90,21 persen. Demikian pula permintaan NPK yang mencapai 64.828 ton. Namun, kuota yang didapat masih di bawah jumlah tersebut. “NPK yang sudah didistribusikan mencapai 40.698 ton, capaiannya baru 62,78 ton,” terang Slamet sembari menyebut distribusi pupuk subsidi disesuaikan dengan permintaan petani dan dibandingkan dengan alokasi yang diterima dinas pertanian dan perkebunan (dispertabun).
Terkait belum terpenuhinya kebutuhan pupuk subsidi petani dibenarkan oleh Adi, 60. Petani asal Desa Paron, Ngasem ini mengaku belum menerima pupuk subsidi hingga Mei ini. “Saya terakhir menerima pupuk subsidi akhir tahun lalu,” akunya.
Hal yang sama menurut Adi juga dirasakan oleh petani lainnya di Desa Paron. “Hari-hari ini pupuk masih angel. Desa Paron awal tahun masih belum menerima,” lanjutnya mengaku senang mendengar kabar bertambahnya kuota pupuk di Kabupaten Kediri.
Belajar pada pengalaman tahun lalu, tanahnya yang seluas 100 ru membutuhkan pupuk sekitar satu kuintal. Namun, pupuk subsidi yang didapatkannya hanya separo. “Sisanya terpaksa beli pupuk non-subsidi,” paparnya berharap alokasi tahun ini bisa lebih banyak.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah