KEDIRI, JP Radar Kediri-Jumlah jemaah haji Kabupaten Kediri yang berangkat ke Tanah Suci 31 Mei nanti dipastikan berkurang. Ini setelah satu jemaah gagal berangkat karena meninggal dunia. Ada pula satu lainnya yang mengundurkan diri karena sakit.
Adalah Mat Yasir, 72, yang batal berangkat ke Makkah karena meninggal pada Senin (13/5) lalu. “Jemaah meninggal karena sakit,” kata Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Kediri Abdul Kholiq.
Adapun satu jemaah lainnya yang mengundurkan diri adalah Istiduriah. Perempuan berusia 69 tahun asal Desa Belimbing, Tarokan itu urung melaksanakan ibadah haji karena menderita sakit demensia.
Bagaimana dengan porsi haji dua orang tersebut? Kholiq mengatakan, porsi Mat Yasir digantikan oleh M. Sultonul Aziz, 40, anaknya. Sesuai ketentuan, menurut Kholiq saat jemaah haji memiliki sakit permanen atau meninggal, porsinya memang bisa dialihkan ke ahli waris. Sehingga, suami, istri, ayah, ibu, hingga anak kandung atau saudara kandung yang ditunjuk bisa menggantikannya.
Baca Juga: Pemulihan Air Bersih yang Tercemar BBM di Tempurejo Kota Kediri Butuh Waktu Dua Bulan
Menurut Kholiq hingga kemarin proses pelimpahan porsi dari Mat Yasir kepada anaknya itu tengah diproses. “Jadi mengurus visa lagi tapi memakai nomor porsi (haji, Red) milik ayahnya,” lanjut Kholiq.
Terkait Istiduriah, menurut Kholiq sedianya dia berangkat dengan Muhammad Thohir, 74, suaminya. Dengan batalnya keberangkatan lansia perempuan itu, porsinya dikembalikan ke Kanwil Kemenag Jatim. “Nanti provinsi yang menentukan pengisiannya,” terang Kholiq.
Jika tahun depan kondisi Istiduriah memungkinkan untuk berangkat haji, yang bersangkutan bisa diberangkatkan ke Tanah Suci. “Jadi nanti (tahun depan, Red) tetap akan diperiksa lagi kondisi kesehatannya,” tegas Kholiq.
Baca Juga: Ronny Siswanto Gagal Maju Lewat Jalur Independen Pilwali Kota Kediri
Untuk diketahui, jemaah haji Kabupaten Kediri total berjumlah 1.119 orang. Pengisian porsi Istiduriah menurut Kholiq disesuaikan dengan nomor urut. Melihat nomor urut jemaah Kabupaten Kediri yang mulai di angka 40, hampir dipastikan pengisi porsi Istiduriah itu bukan jemaah dari Kediri.
Seperti diberitakan, ribuan jemaah haji Kabupaten Kediri terbagi dalam tiga kelompok terbang (kloter). Yaitu, kloter 73, kloter 74, dan kloter 75. Sesuai jadwal keberangkatan, jemaah Kabupaten Kediri akan masuk dalam gelombang dua. Mereka dijadwalkan bertolak ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada 31 Mei nanti.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah