Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pladu di Akhir Mei Ini Dipastikan Tidak Menghambat Proyek Jembatan Jongbiru Kediri

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Selasa, 14 Mei 2024 | 17:01 WIB
BERPACU DENGAN WAKTU: Sejumlah pekerja fokus menggarap pengecoran di bagian kepala pilar sisi Desa Jabon, Banyakan. Pengecoran diperkirakan selesai Selasa (14/5) hari ini.
BERPACU DENGAN WAKTU: Sejumlah pekerja fokus menggarap pengecoran di bagian kepala pilar sisi Desa Jabon, Banyakan. Pengecoran diperkirakan selesai Selasa (14/5) hari ini.

KEDIRI, JP Radar Kediri Flushing atau pladu Bendungan Jegu, Wlingi, dan Bendungan Serut, Lodoyo akhir Mei nanti, agaknya tidak akan membuat proyek pembangunan Jembatan Jongbiru terhambat. Meski pengurasan bendungan itu akan membuat debit air Sungai Brantas naik, namun waktunya tak lama. Kemudian, debit air juga tidak akan setinggi seperti saat musim hujan.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kediri Irwan Chandra Wahyu Purnama mengaku sudah mendapat pemberitahuan tentang agenda flushing. Menurutnya, pladu itu tidak akan mengganggu pengerjaan jembatan. Apalagi, akhir April nanti pemasangan pilar sisi Desa Jabon, Banyakan hampir dipastikan selesai.

Selebihnya, menurut Irwan debit air saat flushing nanti tidak akan setinggi musim hujan. Setidaknya, ketinggian air tidak akan melebihi pembatas Bendung Gerak Waruturi. Sehingga, tetap tidak menghambat proyek. “Saya rasa tidak akan mengganggu karena memang air juga tidak akan setinggi Waruturi. Jadi saya rasa itu aman,” katanya.

Lebih jauh Irwan menjelaskan, tingginya debit air saat flushing nanti juga tidak akan berlangsung lama. Karena beberapa pertimbangan itu pula, Irwan optimistis agenda rutin itu tidak akan mengganggu pengerjaan Jembatan Jongbiru.

“Tingginya air kan juga tidak lama sampai beberapa hari. Mungkin hanya beberapa jam, jadi tidak terlalu bermasalah juga,” terangnya.

Hal senada diungkapkan oleh Pelaksana Lapangan Pembangunan Jembatan Jongbiru Anugerah Dwi Pamungkas. Menurutnya, pladu tidak akan terlalu mempengaruhi teknis pengerjaan jembatan.

“Ini pladu yang awalnya dilakukan pertengahan Mei juga diundur akhir Mei, jadi diperkirakan aman. Segi teknis tidak akan terganggu,” paparnya optimistis.

Sesuai perkiraan yang dibuat Pamungkas, pengecoran pilar sisi Jabon juga sudah selesai saat pelaksanaan pladu. Sehingga, agenda tersebut akan mempengaruhi pembangunan pilar. “Akan berbeda kalau pladu dilakukan saat pengecoran belum selesai. Mungkin itu akan mengganggu,” tandasnya.

Yang jadi perhatian pegawai lapangan menurut Pamungkas adalah animo masyarakat dalam mencari ikan saat pladu. Khusus untuk di sekitar lokasi proyek dia mengaku akan melakukan pembatasan. Hal itu diterapkan untuk menghindari hal-hal yang membahayakan.

Seperti diberitakan, Jembatan Jongbiru akan menjadi salah satu akses penting di Kabupaten Kediri. Selain menghubungkan Kota dan Kabupaten Kediri, jembatan yang dibangun menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) itu akan jadi akses ke Bandara Dhoho dari arah utara.

Operasional Jembatan Jongbiru yang awalnya ditargetkan mulai 2 Mei molor hingga pertengahan Juni nanti. Penyebabnya, pemasangan pilar jembatan sepanjang 133,94 meter itu terhambat cuaca.

Dengan membaiknya debit air Brantas di musim kemarau ini, jembatan selebar sembilan meter yang dikerjakan oleh PT Dwi Mulyo Lestari itu hampir dipastikan tidak akan molor lagi. Dengan demikian, proyek senilai Rp 25,46 miliar yang diharapkan bisa mengurai kemacetan di perempatan Semampir itu bisa segera dioperasikan. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#Bendung Gerak Waruturi #kediri #Jembatan Jong Biru #proyek jembatan #pladu