Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

DPRD Desak Pemkot Kediri Memburu Oknum yang Membuat Bocor PAD Retribusi PD Pasar Jayabaya

Ayu Ismawati • Sabtu, 11 Mei 2024 | 15:40 WIB
POTENSI TINGGI: Petugas memungut retribusi parkir di Pasar Setonobetek Kota Kediri.
POTENSI TINGGI: Petugas memungut retribusi parkir di Pasar Setonobetek Kota Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri — Komisi B DPRD Kota Kediri mendesak Pemkot Kediri menindaklanjuti laporan dugaan kebocoran retribusi pasar yang dilaporkan gabungan lembaga swadaya masyarakat (LSM) pada Rabu (8/5) lalu.

Dewan mendesak pemkot memburu oknum yang ditengarai membuat potensi pendapatan asli daerah (PAD) tidak bisa masuk secara maksimal ke Perumda Pasar Jayabaya itu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Kediri Afif Fachrudin Wijaya. Menurutnya, Pemkot Kediri harus segera menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait dugaan kebocoran retribusi pasar. Caranya, dengan melakukan evaluasi menyeluruh.

“Yang dipertanyakan kan soal ada ‘maling’ dari hasil setoran retribusi pasar. Tugas pemkot untuk mencari malingnya,” tegas Afif dalam rapat dengar pendapat (RDP) (8/5).

Ketua Komisi B DPRD Kota Kediri Erita Dewi mengatakan, sebelumnya Komisi B sudah sering menggelar rapat dengar pendapat dengan Perumda Pasar Jayabaya.

Bahkan, di awal menjabat pada 2019 lalu mereka menggelar RDP hampir tiap bulan.

“Karena memang pasar yang punya masalah. Ibaratnya kalau penyakit itu kanker stadium empat,” sambung Erita sembari menyebut pihaknya juga pernah menyoroti revitalisasi Pasar Setonobetek.

Untuk diketahui, selain retribusi dari Pasar Grosir Ngronggo, sejumlah pasar lainnya juga memiliki potensi pendapatan yang tak kecil.

Misalnya di Pasar Setonobetek. Pasar yang sudah menerapkan karcis parkir digital ini diperkirakan juga bisa meraup pendapatan hingga jutaan rupiah hanya dari parkir saja.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, terdapat empat titik penarikan karcis di Pasar Setonobetek. Keempatnya beroperasi di setiap gerbang yang ada di sana. Namun, hanya satu gerbang yang menerapkan karcis digital.

Dari penghitungan sederhana, dalam 30 menit saja, sudah ada puluhan kendaraan yang masuk ke pasar lewat gerbang depan. Puluhan kendaraan itu didominasi pengunjung yang menggunakan kendaraan pribadi. Rinciannya, delapan mobil dan 16 motor.

Jika karcis motor dipatok Rp 2 ribu dan mobil Rp 5 ribu, total ada uang masuk Rp 72 ribu dalam 30 menit.

Dengan asumsi jumlah kendaraan yang masuk di empat gerbang jumlahnya sama, berarti total retribusi yang terkumpul mencapai Rp 288 ribu. Penarikan retribusi yang dilakukan hingga malam hari, memungkinkan jumlahnya bisa terkumpul hingga 10 kali lipat.

Potensi retribusi di Pasar Setonobetek tak kalah dengan potensi Pasar Grosir Ngronggo. Pada jam padat, di sana ada 52 kendaraan roda dua dan 22 unit kendaraan roda empat yang masuk ke pasar dalam waktu 10 menit.

Dengan tarif parkir Rp 3 ribu untuk sepeda motor, berarti total retribusi parkir yang terkumpul sebesar Rp 156 ribu. Sedangkan tarif parkir mobil yang dipatok Rp 8 ribu, mencapai Rp 176 ribu. Dengan asumsi jumlah kendaraan yang melintas sama, dalam satu jam bisa terkumpul Rp 1,2 juta.

Tingginya potensi itu pula yang belakangan memunculkan dugaan bocornya retribusi pasar. Gabungan LSM Kediri menuding nilai kebocoran mencapai Rp 12 miliar. Jumlah tersebut didasarkan dari investigasi yang mereka lakukan sejak lama.

Merespons laporan tentang dugaan kebocoran retribusi pasar itu, Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar Jayabaya Djauhari Luthfi akan melakukan konsolidasi internal melalui satuan pengendali internal (SPI).

Jika ada oknum yang terbukti bersalah, Luthfi mengaku siap memberi sanksi yang tegas. Termasuk membawa ke aparat penegak hukum jika masuk ke ranah pidana.

Selebihnya, Luthfi berencana menyetarakan pelayanan. Yakni, dengan membuat pelayanan berbasis digital di semua sektor pasar. Termasuk karcis digital di sembilan pasar di bawah naungan perumda.

“Tahun ini akan kami mulai di Pasar Grosir. Selain untuk menghindari kebocoran, juga agar kami bisa melihat langsung kondisi di lapangan dan memperpendek birokrasi,” tandasnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#PAD (Pendapatan Asli Daerah) #dprd #pd pasar joyoboyo #retribusi pasar #kota kediri